Selasa, 16 April 2013
I LOVE YOU – FOREVER
Ketika hujan turun
Ku ingin menjadi selimut yang bisa menghangatkan tubuh mu
Ketika panas terik......
Aku ingin menjadi mendung yang selalu mengiringi kemanapun langkahmu
Dan ketika engkau sakit
Aku ingin menjadi obat
Yang dapat menyembuhkan rassa sakit mu.....
Tuhan.......
Jadikanlah cinta kami seperti samudra
Yang takkan habis jika diminum
Dan jadikan cinta kami
Bagai hujan yang bila jatuh kebumi
Berubah menjadi padi
Dan jika jatuh kelaut
Berubah menjadi mutiara
Tuhan.......
Engkau sumber cinta kami
Maka tuntunlah kami
Tuk menyibuk rahasia kekayanmu
Yang m,asih tersembunyi
083 324 021 ***
Indahnya dunia
Hanya sementara
Indahnya cinta
Hanya seketikah
Indahnya mimpi
kadang tak pasti
tapi indahnya persabatan
]semoga tetap abadi
HATI YANG TERLUKA
Malam seperti gelap dan kelam
Ku sendiri dalam keraguan
Kebimbangan tentang dirimu
Kau hadirkan luka begitu parah
Sayang ku takbisa melupan kamu
Dan ku hadirkan kau dengan kebahagiaan
Tapi kau balas dengan luka
Apa salah ku.....
Sehinggah kau begitu tegah
Balas dengan luka
Hati yang sudah hancur ini
PERMINTAAN SEORANG SAHABAT
Wahai... sobat.....!!!!!!!!
Dengarlah permintaan dari seorang sahabat
Ijinkan aku mengenalmu lebih dekat
Meskipun takmudah tuk menerimaku
Dalam waktu yang begituh singkat
Namun ku berharap kau dapat mengerti
Segala ucapan yang tersirat
Mungkin hadirmu adalah
Hidup di kala mati ku
Karena merasakan hidup
Di saat kematian datang
Memburu vikiranku
Kau adalah minpi dikala tidurku
Kau datang hanya sebatas angan
Namun kau mampu
Memberi arti dalam hidupku
Mungkin hanya bisa ku ucapkan
Terimakasih untuk mu.......
When believe to suck of soil spirit n backstreet jungle?
• Ku tanam sayang ......... di sakiti
Ku tanam cinta di khianati
Ku tanam rindu tak di hargai
Akhirnya......
ARTI SAHABAT
Teman adalah awal dari terbentuknya
Suatu ikatan hati yang saling menyayangi
Saling setia, saling percaya dan saling menerti
Maka terjalinlah sebua “ persahabatan “
Yang tidak akan hancur jika kita saling mengalah
Dan memaafkan serta tidak mengandalkan keegoisan
Masing – masing....... Cuma ajal yang bisa memisahkan
Hubungan tersebut...... taukah engkau arti sahabat.....???????????
TANGISAN HATI
Tangisan mutiara hati ku
Mutiara yang tergores batu karang
Batu karang yang tergoreskan luka
Aku mutiara yang di tepi pantai
Yang selalu tebawa gelombang air
Semakin redup pula cahaya ku
Semakin ku temukan
Kata” mutiara yang tergoreskan
Goreskan luka,pedih,pahit
Biarkan pasir yang mengubur kepedihanku
DERU CINTA
Dalam gelapnya malam ku
Ku tangkap mentarimu
Dalam resah dan gelisaku
Ku dapatkan senyummu
Dalam gersang jiwaku
Ku peroleh damai mu
Dalam tangisanku
Terdapat bayangn mu
Dan semua diam
Dan semua membisu
Tak ada satu kata yang menerpa
Hanya kesunyian yang ada
Kemanakah kan ku adukan hasrat
Yang kian melanda
Namun senyummu
Kan selalu hadirkan bahagia
Yang mampu menterai duka ini di setiap ku
Diary of love
• Friend tanggal 24 bulan ini aku mau merit pasti kamu kaget mendengarnya ...... begitu pula dengan aku sebenarnya aku belum siap untuk merit....... hanya demi kebahagiaan ortu aku rela meninggalkan masa” remaja aku bersama kamu dan aku harus mulai berfikir dewasa, aku ga bisa berbuat apa” lagi aku hanya punya waktu 2 hari yang bersetatuskan lajang dan lusa aku sudah bersetatus menjad suami orang
TERLUKA
Malam ini seperti gelap dan kel;am
Seperti hati ku yang tertutup luka
Kasih kenapa dua kan cinta ku
Dan mengapa tawarkan cinta maniz mu
Hanya untuk menyakitiku
Kasih
Mungkin kau bukan yang dulu lagi
Dan apa arti cinta kita ini
Jika ada dia
Kasih mengertilah
Tentang perasaan yang teluka ini
Tapi mengapa
Kau membuatku terjatuh
Dan terjatuh kembali
Kasih kini aku sadari
Meskipun kau telah menyakitiku
Tapi hatiku masih memaafkan mu
tapi ku coba untuk melupan kamu
tapi kutak bisa
karena hati ini ada yang menerangi
yaitu jalan hatimu
RINDU MASIH MILIKMU
Ketikah semilir angin pagi
Yang berhembus terlintas di bayang ku
Aku merasakan akan kehadiran mu
Seolah – olah kau ada di dekatku
Kasih aku masih di sini
Duduk termenung menatap angin
Di angkasa yang tertutup mendung
Yang begitu gelap dan kelam
Kasih entah sampai kapan aku disini
Terpenjara dalam sepih
Namu ku tak bisa membelaimu
Karena kamu jau di sebrang sana
Kasih walau pun kau jauh
Dan hanya bayangn mu
Yang selalu ku ingat
Aku tetap menyayangi mu
• Jiwa akan sepih tanpa cinta
Hati akan mati tanpa pelukan
Kamu akan sesat tanpa tujuan
Cinta akan hampa tanpa kasih sayang
Perhatian dan penantian akan sisasia tanpa kesetiaan
TENTANG KITA
Ingatkah waktu dulu kita bersamah
Dalam suka maupun duka
Kita tertawa bersama
Bercanda bersama
Tapi itu hanyalah
Cerita kita tentang dulu
Sekarang kamu bersama dia
Membangun kasih yang baru
Sebegituh cepatkah kamu melupakan ku
Aku di sini menangis
Tapi kamu hanya bisa
Tertawa tebahak – bahak
Melihatku menangis.......
• Setitik cinta hanya untuk kamu
Dan daging kasih sayang untuk mu
Bubumbu yang ingin
Lebih dekat dengan kamu
Dan satukan ayam panggang
Dengan bumbu kasih sayang.....!!!!!!!!!
MENANTI YANG TAK PASTI
Malam yang semakin larut
Alam pun mulai sunyi
Namunku duduk sendiri
Menanti dirimu yang tak pasti
Dan hanya bulan dan bintang
Yang tetap setia menemani ku
Seolah aku melihat kamu di antara mereka
Kasih mungkinkah
Yang kurasakan saat ini
Hanya kehampaan yang terus menemani
Dan sepih yang terus merajut di dalam minmpi
Dan hanya kebosanan yang datang dan pergi
Kasih sampai kapan
Aku terus menanti dan menanti
Aku menanti cinta yang suci
Mennanti cinta yang lama ku tunggu
Namun yang ku temui adalah
Sepih dan kebosanan
• Aku punya dua buah mata yang tak selamanya bisa melihatmu
Aku punya dua buah tangn yang tak selamanya bisa menyentuhmu
Aku punya dua buah kaki yang tak selamanya bisa berjalan dengan mu
Tapi aku punya satu hati yang selalu bersamamu
SESUATU YANG BERARTI
Jika bukan karena mata hari
Siang takan menjadi terang
Jika bukan karena bulan dan bintang
Malam takan menjadi indah
Jika bukan karena sahabat
Hidup ini tersa sepih
Jika bukan karena kekasih
Hidup ini takan pernah berarti
PENYESALANKU
Ingin rasanya ku mendapatkan kamu lagi
Ingin rasanya ragaku ada di hatimu
Ingin rasanya nama ku terukir di hati mu
Aku sangat menyesal......
Karena aku telah meninggalkan cintaku
Meninggalkan semua rasa sayangku padamu
Mungkin karena aku telah membuatmu terluka
Betapaku merasakan kesedihan hati mu
Betapa bodoh nya aku melepaskan cintamu
Kasih jangnlah bersedih
Jangan lah kau patah hati
Biarkan waktu mempertemukan kita lagi.......!!!!!
KULAH AKU
Jika ada seribu orang
Yang mengenalmu aku salah satunya
Jika ada seratus orang
Yang menyayangi kamu
Aku di antaranya
Jika ada sepuluh orang
Yang suka sama kamu
Akulah orang yang pertama
Jika ada satu orang
Yang sangat mencintai kamu
Itulah aku......
Sepatah mengatakan
Love will more.... lovelywhen be adornea
By be tears ????
Sungguh aku tak mengerti
Apa yang terjadi dengan smua ini
Hati tersi pu pilu
Menanti sejuknya
Tetesan embun pagi
Entah kapan semuanya kembali
Hinggah jiwa ini....
Terlelep dan bermimpi
Dan kenyamanan sebuah hati
PILUKEHADIRAN
Kehadiranmu........
Membuat damai di hatiku
Walau terkadangkurasakan
Hati ini tak menentu
Kehadiranmu.....
Yang selalu ku tunggu
Dan kurindu
Ku ingin di sampingmu
Setiap saat, setiap detik
Dan setiap waktu
Tapi kutau
Itu semua takan mungkin
Kehadiranmu......
Yang membuatku mengerti
Akan adanya
Seseorang yang sangat berarti
Di hati..... sanubari
Dan di dalam hidupku
Semoga kehadiranmu
Kan selalu membawa
Cahaya terang di hatiku
Minggu, 03 Maret 2013
DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI
LISENSI : E-book
ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis
dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan
untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima
kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats
di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama
penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat
disebutkan satu persatu.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku
baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada
waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan
dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian
besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba
terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar
lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal,
sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu
buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku
tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah
membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri
pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi.
Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku
tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku
membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan
dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca
dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.
EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata
penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku,
kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan,
perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya
ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang
mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya
dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena
cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena
cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam
memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak
gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema
cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku
bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang
kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul
Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.
DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI
LISENSI : E-book
ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis
dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan
untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima
kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats
di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama
penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat
disebutkan satu persatu.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku
baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada
waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan
dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian
besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba
terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar
lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal,
sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu
buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku
tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah
membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri
pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi.
Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku
tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku
membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan
dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca
dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.
EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata
penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku,
kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan,
perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya
ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang
mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya
dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena
cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena
cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam
memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak
gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema
cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku
bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang
kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul
Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.
DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI
LISENSI : E-book
ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis
dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan
untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima
kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats
di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama
penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat
disebutkan satu persatu.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku
baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada
waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan
dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian
besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba
terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar
lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal,
sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu
buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku
tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah
membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri
pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi.
Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku
tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku
membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan
dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca
dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.
EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata
penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku,
kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan,
perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya
ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang
mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya
dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena
cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena
cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam
memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak
gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema
cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku
bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang
kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul
Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.
Buletin Syi@R Islam
Alhamdulillah Telah Terbit!
Semenjak dulu, aku memang bercita-cita
membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari
keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat
sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak
dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami,
disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun
bisa juga untuk menikmatinya.
Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir.
Sebenarnya, ‘kelahiran’ buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004
lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size
(33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai
tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya).
Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain
kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan
lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor
yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.
Ketika aku kembali ke Indramayu tahun
2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka
mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti
dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya
buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun
2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi
dua), namun isinya masih tetap sama. Hanya terbit beberapa edisi dan
selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan
tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai
kapan.
Bulan November 2008, aku membuka akun
blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog.
Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan
berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak.
Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku
mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat
yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara
langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu
banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali
buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku
jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat
buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih.
Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar
kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong
(pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini, aku begitu termotivasi. Subhanallah…
Maka tekadku kembali menyala untuk
menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan
format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi
dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu
dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa
dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu.
Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri.
Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru,
mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan
setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini
pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu
yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya
(semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa
fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya
pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama
mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
- Mesjid NURUL HUDA, Mundu
- Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
- Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
- Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
- Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul
Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin
setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan
ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan
Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga
penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada
donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh),
untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca
semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk
kehidupan. Amiin….
Kendala-kendala yang kami dihadapi:
- Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
- Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
- Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.
Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]
Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283
e-mail : pondok.hati@yahoo.com
(4) Buletin Syi@R Islam
Alhamdulillah Telah Terbit!
Semenjak dulu, aku memang bercita-cita
membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari
keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat
sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak
dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami,
disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun
bisa juga untuk menikmatinya.
Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir.
Sebenarnya, ‘kelahiran’ buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004
lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size
(33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai
tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya).
Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain
kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan
lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor
yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.
Ketika aku kembali ke Indramayu tahun
2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka
mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti
dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya
buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun
2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi
dua), namun isinya masih tetap sama. Hanya terbit beberapa edisi dan
selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan
tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai
kapan.
Bulan November 2008, aku membuka akun
blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog.
Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan
berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak.
Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku
mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat
yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara
langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu
banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali
buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku
jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat
buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih.
Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar
kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong
(pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini, aku begitu termotivasi. Subhanallah…
Maka tekadku kembali menyala untuk
menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan
format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi
dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu
dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa
dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu.
Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri.
Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru,
mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan
setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini
pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu
yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya
(semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa
fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya
pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama
mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
- Mesjid NURUL HUDA, Mundu
- Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
- Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
- Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
- Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul
Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin
setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan
ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan
Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga
penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada
donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh),
untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca
semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk
kehidupan. Amiin….
Kendala-kendala yang kami dihadapi:
- Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
- Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
- Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.
Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]
Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283
e-mail : pondok.hati@yahoo.com
(4) Buletin Syi@R Islam
Alhamdulillah Telah Terbit!
Semenjak dulu, aku memang bercita-cita
membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari
keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat
sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak
dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami,
disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun
bisa juga untuk menikmatinya.
Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir.
Sebenarnya, ‘kelahiran’ buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004
lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size
(33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai
tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya).
Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain
kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan
lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor
yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.
Ketika aku kembali ke Indramayu tahun
2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka
mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti
dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya
buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun
2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi
dua), namun isinya masih tetap sama. Hanya terbit beberapa edisi dan
selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan
tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai
kapan.
Bulan November 2008, aku membuka akun
blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog.
Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan
berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak.
Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku
mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat
yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara
langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu
banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali
buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku
jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat
buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih.
Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar
kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong
(pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini, aku begitu termotivasi. Subhanallah…
Maka tekadku kembali menyala untuk
menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan
format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi
dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu
dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa
dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu.
Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri.
Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru,
mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan
setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini
pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu
yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya
(semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa
fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya
pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama
mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
- Mesjid NURUL HUDA, Mundu
- Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
- Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
- Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
- Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul
Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin
setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan
ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan
Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga
penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada
donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh),
untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca
semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk
kehidupan. Amiin….
Kendala-kendala yang kami dihadapi:
- Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
- Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
- Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.
Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]
Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283
e-mail : pondok.hati@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)