Jumat, 24 April 2015

Cara Membedakan Wanita Perawan atau Tidak

Menurut beberapa Pria yang berpengalaman katanya: ada banyak tanda-tanda /ciri fisik seorang Gadis /wanita yg sudah tidak perawan tanpa harus melihat "kedalam" cukup dari Fisik luarnya saja:
1. Ini yg paling ampuh, Ujung mata didekat hidung legok kearah dalam.
2. Rambut tipis dipinggir pelipis & dekat telinga tidak tegak berdiri.
3. Lengan ( dekat bahu ) tidak tipis.
4. Pinggir Paha belahan terlihat nyata alias tidak bulat lagi.
5. Terlihat urat pada betis ( bukan Varises )
6. Kalo jari kelingking dipegang langsung keringat dingin & Salting (SalahTingkah)
7. Bentuk pantat yg condong turun kebawah tidak nonggeng keatas lagi( kuda saja yg sudah pernah ditunggangi berubah posturnya sama yg belum )
8. Kalo berdekatan / bersentuhan tubuhnya gampang panas.
9. Puting Payudaranya tidak besar.
10. Bila tersentuh "kemaluan" akan merasa sangat sensitif sambil mengeluarkan sedikit teriakan kecil.
Sedikt tips, bila ingin mengetahui seorang gadis terkena penyakit Kelamin apa tidak perhatikan saja bau nafasnya apakah bau ANTIBIOTIK apa tidak, yaitu dengan cara bila mulutnya tercium seperti bau antibiotik tandanya gadis / wanita tersebut telah terkena penyakit kelamin yg cukup
serius.
Dan Ini 4 ciri-ciri seorang gadis tidak virgin lagi dari teman kaskuser!!
1.jalannya jegang
kalo info ini gue dapet dari temen gue waktu SMA nih gan,mungkin cowok paling seneng liat cewek yg jalanya rapet, ya itu definisi dasar kalo cewek udah gak perawan,kayaknya aneh aja gitu kalo gue liat cewek punya kaki yg model jegang gitu..pasti hampir 60% cowok juga pasti berfikir sama kaya gue,kalo liat cewel punya model jalannya yg jegang.aniway..sebenarnya sih kita gak bisa gitu aja,mungkin aja tuh cewek turunan genetika punya kaki yg bisa jalan jegang.bisa juga kan..
2.ditanya "masih perawan?" jawab "masih"(dengan sewotnya)
kalo yg ini gue dapet info dari nenek gue,kalo cewek yg masih perawan kalo ditanya kaya gitu sih dia gak jawab? tapi dia cuma ngasih ekspresi yg misterius dan meyakinkan kalo dia perawan..tapi kaloo tuh cewek jawabnya sewot banget wah wah..ada potensi dia udah kagak perawan,walaupun lo tanya cewek cablak sekalipun yg masih perawan pasti dia cuma ngasih ekspresi.gak sewot.
3.buah dadanya
gue makin pusing nih ngejelasin bagian ini,katanya abang gue sih..salah satu ciri cewek dah gak perawan tuh buah dadanya kendorr gitu (susah cari bahasanya) ya pokoknya gitu deh,buah dadanya tuh lenjer banget..ya ibarat balon di isi air
4.bodynya kaya ibu-ibu

well..kalo bagian ini emang sedikit simpang siur sih..katanya sih cewek gak perawan itu punya body mirip banget sama ibu-ibu,gemukan di pinggulnya,pokonya badannya mirip ibu-ibu.dari bagian bawah dada sampai pinggul itu sedikit membesar...tapi mungkin juga ya tuh cewek dulunya gemuk,jadi dia agak besar.jadi bagian ini agak simpang siur kalo menurut gue
nah itu dia beberapa tips. gak tau juga bener apa enggak, yang jelas itu patut dicoba :D

Naruto Shippuden Episode 409 Subtitle Indonesia

Naruto Shippuden Episode 409 Subtitle Indonesia, Naruto Shippuden 409 Subtitle Indonesia, Naruto Shippuden 409, Naruto Shippuden episode 409, Naruto Shippuden 409 Sub Indo, Download Naruto Shippuden Episodes 409 Movies Indonesia Subbed Dubbed Online, watch, naruto, shippuden, shippuuden, episode, episodes, download, streaming, subbed, dubbed, free, Watch Naruto Shippuden, Watch Naruto, Naruto Shippuden Episode 410 subtitle indonesia, Naruto Shippuden 410, Naruto Movie 10: The Last, Naruto Shippuden The Movie 7: The Last
Download Naruto Shippuden 409 Subtitle Indonesia
Naruto Shippuden Episode 409 Subtitle Indonesia ini Berjudul: Punggung Mereka. Bercerita tentang Sakura teringat akan Naruto dan Sasuke.
Download Game Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution PC [DI SINI]
Naruto Movie 10: The Last atau Naruto Shippuden The Movie 7: The Last [SINI ]
Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan informasi terbaru Anime Jepang Subtitle Indonesia di [ LIKE ]  dan juga Follow di Twitter kami di [ FOLLOW ]
===========================================
Download OST The Last: Naruto The Movie Hoshi no Utsuwa by Sukima Switch [DI SINI]
Download Lagu MP3 Opening & Ending Naruto Shippuden Lengkap [DI SINI]
Download OST Naruto Instrumental Lengkap [DI SINI]
Download OST Naruto Shippuden Opening 16 Silhouette KANA-BOON [DI SINI]
Download OST Naruto Shippuden Ending 32 Spinning World [DI SINI]
============================================
Bagi yang ingin Nonton Naruto Shippuden via Handphone, Android, Tablet silakan pilih format dibawah ini.
Baca juga komik terbaru Naruto Gaiden: The Seventh Hokage Bahasa Indonesia yang berisi tentang anak Naruto yang bernama Boruto, anak Sasuke bernama Sarada dan lainnya di [SINI]
Naruto Shippuden 409 Subtitle Indonesia. MP4 ( 30 Mb )
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
Naruto Shippuden 409 Sub Indo. 3GP ( 20 Mb )
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
Download Naruto Shippuden 409 Subtitle Indonesia. AVI ( 40 Mb )
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
Jangan lupa klik Share/Bagikan/Tweet/Plus Naruto Shippuden 409 Sub Indo ini pada menu diatas atau dibawah atau langsung klik [BAGIKAN]
Bagi yang ingin Nonton Naruto Shippuden via Laptop, Komputer/PC, Android, Tablet silakan pilih format dibawah ini.
Baca juga komik terbaru Naruto Gaiden: The Seventh Hokage Bahasa Indonesia yang berisi tentang anak Naruto yang bernama Boruto, anak Sasuke bernama Sarada dan lainnya di [SINI]
Naruto Shippuden Episode 409 Subtitle Indonesia . MP4
(360p : 45 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
(480p  : 70 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
Naruto Shippuden Episode 409 Subtitle Indonesia
(720p/HD  : 90 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
Episode Naruto Shippuden 409 Subtitle Indonesia
(1080p/FULL HD  : 120 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
Naruto Shippuden Episode 410 Subtitle Indonesia rilis tanggal 30 April 2015
BACA BERITA [DI SINI]  LAGU TERBARU [DI SINI]  MAU SEHAT? [DI SINI]
Naruto Shippuden Episode 409 Subtitle Indonesia . MKV
(360p : 45 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
(480p : 70 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
(720p/HD  : 90 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]
(1080p/FULL HD  : 120 Mb)
[UC] [XF] [SB] [SF] [SaF]

Cara Bersetubuh Yang Benar Agar Cepat Hamil

DokterSehat.Com – Umumya banyak manusia di dunia ini ingin mempunyai keturunan yang baik dari hasil bercinta dengan pasanganya. Namun, terkadang ada banyak sekali kendala yang dihadapi sepasang suami isteri ketika hendak mempunyai keturunan, padahal niat sudah mantap, doa,dan usaha,semua telah dilakukan namun semua yang mereka lakukan hanya sia sia.
Salah satu bentuk usaha yang anda bisa lakukan adalah memperbaiki cara bersetubuh anda dengan pasangan anda. Biasanya ada kesalahan disaat anda sedang bercinta. Salah satunya yaitu kesalahan dalam posisi bercinta. Meski banyak orang tidak mempercayai keterkaitan posisi bercinta dengan kehamilan. Namun kenyataannya, posisi bercinta yang baik dan benar tentu akan dapat membantu pertemuan sperma dengan sel telur dalam jarak sedekat mungkin.
Posisi yang baik saat bercinta  adalah posisi yang menghindari terjadinya penjelajahan sperma di dalam rahim, dan melawan gravitasi saat bercinta seperti posisi berdiri, duduk, atau wanita berada di atas. Agar mendapatkan kehamilan, pasangan anda harus mampu membatasi sperma yang keluar dari vagina.
Pinggul wanita harus diposisikan sedemikian rupa untuk menghindari keluarnya sperma sehingga sperma memiliki waktu yang cukup panjang untuk berenang-renang di dalam rahim wanita.
Adapun cara bersetubuh yang benar agar cepat hamil adalah sebagai berikut :
  • Doggy Style
    Gaya ini banyak dilakukan oleh pasangan suami isteri karena penetrasi sperma ke vagina lebih mendalam. Apalagi jika pasangan wanita Anda mengalami kelainan rahim atau rahim berada dalam posisi terbalik
  • Side by Side
    Adalah salah satu cara bersetubuh yang benar agar cepat punya anak yang menjadikan leher rahim tersingkap lebih maksimal sehingga sperma dengan mudah diserap untuk kemudian berjuang membuahi sel telur.
  • Men on Top
    Posisi pria di atas juga lebih sering terjadi. Hal ini membuat penetrasi semakin dekat dengan leher rahim wanita. Biasanya untuk lebih membantu dan masing-masing pasangan merasakan kepuasan, bagian pinggul wanita diberi alas bantal sehingga posisi kemiringan vagina semakin bagus. Hal ini akan menjadikan sperma akan berenang menuju leher rahim yang menjadikan Anda cepat hamil
  • Raise the Hips
    Gaya ini mungkin sedikit atau mungkin jarang dilakukan karena membuat wanita jadi lebih ribet dalam berhubungan intim. Namun gaya ini menjadikan vagina berada dalam posisi tegak lurus sehingga sperma akan mudah masuk ke leher rahim.
Selain cara bersetubuh yang benar agar cepat hamil di atas, ada baiknya Anda berdua menjaga kesehatan masing-masing karena kesehatan mempengaruhi kesuburan Anda.

Cara membuat anak

Cara membuat anak laki-laki secara ilmu kedokteran memang ada teknik nya, begitupun sebaliknya jika kita ingin cara membuat anak perempuan.
Terlepas dari cara yang akan dijelaskan dibawah ini, hasil akhir tetap ada pada kehendak yang maha kuasa, manusia hanya bisa berusaha sebaik mungkin dan tetap berdoa agar keinginannya terkabul.
Secara medis, ada beberapa hal yang perlu diketahui jika kita menginginkan jenis kelamin tertentu dari buah hati yang diharapkan kelahirannya.

Kondisi Laki-laki (suami)

Laki-laki dewasa setiap ejakulasi normalnya mengeluarkan atau menyemprotkan  sperma 2 – 5 kali dengan takaran 2-5 cc. Terdapat kurang lebih 60 sampai 200 juta spermatozoa pada tiap cc sperma tersebut. Jadi setiap laki-laki dewasa normal akan mengeluarkan 120 juta hingga 1 milyar sperma yang dikeluarkan pada saat ejakulasi.

Didalam sperma terdapat 2 gen, yaitu:

Gen X atau Gynosperma; gen yang mempengaruhi anak laki-laki.
  • Ciri-ciri dari Gen X:
  • Bergeraknya gesit
  • Hidupnya lebih singkat, sekitar 1 hari
  • Bertahan pada “suasana” basa, dan tidak tahan asam
  • Berat jenis (BJ) lebih berat
Gen Y atau Androsperma; gen yang mempengaruhi anak perempuan.
  • Bergeraknya lambat
  • Hidupnya sekitar 2 sampai 3 hari
  • Bertahan pasa “suasana” asam, dan tidak tahan basa
  • Berat jeni (BJ) lebih ringan
Jika suami dan istri dominan gen X, maka kemungkinan besar akan memiliki anak perempuan.
Jika suami dominan gen Y, dan istri dominan gen X, maka anak laki-laki yang berkemungkinan besar akan dilahirkan oleh istri.

Kondisi Perempuan (istri)

Seorang perempuan memiliki siklus atau masa subur yang biasa disebut dengan ovulasi, yaitu saat lepasnya sel telur dari dari indung telur didalam rahim.
Dengan mengetahui masa subur ini nantinya dapat digunakan untuk menentukan Cara Membuat Anak laki-laki atau perempuan.

Cara menghitung masa subur atau ovulasi adalah sebagai berikut:

- Tentukan tanggal awal bersihnya dari menstruasi setiap bulannya, misalkan tiap tanggal 5
- Tentukan tanggal akhir bersihnya (mulai menstruasi) setiap bulannya, misalkan tiap tanggal 27
- Jadi formula/rumus  masa subur: ((tanggal akhir)-(tanggal awal))/2 = n
- Lalu (n) + (tanggal awal bersih) = masa subur seorang perempuan
Hitungannya sebagai berikut:
(27-5) / 2 = 11
11 + 5 = 16
Jadi setiap 16 hari setelah masa bersih itulah masa subur atau ovulasi seorang perempuan., dengan kata lain dapat dikatakan secara medis pada hari itu jika suami istri berhubungan intim, besar kemungkinan akan menghasilkan janin, terlepas apakah itu bayi laki-laki atau perempuan.
Berdasarkan penelitian yang dapat dilakukan untuk mendapatkan anak laki-laki atau perempuan adalah sebagai berikut:

Cara membuat anak laki-laki

  1. Melakukan hubungan intim sehari sebelum masa subur atau ovulasi.
  2. Sebelumnya istri membasahi dan mencuci vagina dengan 1 liter air yang dicampur dan diaduk dengan 2 sendok makan soda kue.
  3. Hari-hari sebelumnya istri banyak mengkonsumsi seafood dan daging.
  4. Pada saat ejakulasi, saat suami mengeluarkan sperma sedapat mungkin dekat dengan mulut rahim agar gen X lebih cepat sampai kepada sel telur untuk dibuahi.

Cara membuat anak perempuan

  1. Melakukan hubungan intim 2-3 hari sebelum masa subur atau ovulasi.
  2. Sebelumnya istri membasahi dan mencuci vagina dengan 1 liter air yang dicampur dan diaduk dengan 1 sendok makan air cuka.
  3. Hari-hari sebelumnya istri mengkonsumsi makanan yang banyak mengadung asam seperti buah dengan rasa asam, yoghurt, sayuran segar dan kacang-kacangan.
Semoga tulisan mengenai cara membuat anak diatas dapat membantu anda yang sedang mengidamkan seorang anak laki-laki maupun perempuan.


Detil info baca disini: http://www.gayabunda.com/keluarga/bagaimana-cara-membuat-anak-laki-laki-perempuan.html

Resep Membuat Sate Ayam

 Resep Membuat Sate Ayam Bumbu Kacang Enak – Sate ayam adalah merupakan salah satu makanan yang sangat digemari di indonesia. Rasanya enak dan nikmat serta bahan yang mudah ditemui di pasaran, merupakan beberapa  faktor yang membuat sate ayam ini menjadi salah satu makanan favorit anak-anak hingga orang dewasa. Nah, bagi anda yang ternasuk penggemar masakan sate ini, kali ini tim resep masakan khas akan coba menyajikan Resep Membuat Sate Ayam Bumbu Kacang Enak. Berikut adalah bahan dan cara membuat sate ayam bumbu kacang:

Bahan Membuat Sate Ayam Bumbu Kacang:
½ ekor ayam (buang kulit dan tulangnya lalu potong dadu)
5 sendok makan kecap manis (olesan)
2 sendok makan margarine (lelehkan, untuk olesan)
2 buah jeruk limau (jika suka)
Tusukan sate secukupnya

Bahan untuk membuat bumbu kacang:
350 ml air
150 gram kacang tanah goreng (haluskan, bisa dengan blender (lebih halus) atau diulek sendiri tapi agak kasar
5 sendok makan kecap manis
Garam secukupnya
Merica bubuk secukupnya
Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)

Bahan yang akan dihaluskan untuk membuat bumbu kacang:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah cabai merah
2 butir kemiri

Pelengkap:
Irisan tomat, irisan cabai rawit, irisan bawang merah, ketupat atau lontong

Cara membuat bumbu kacang sate ayam:
Langkah pertama, panaskan minyak, kemudian masukkan bumbu-bumbu yang dihaluskan (bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan kemiri) lalu tumis hingga harum.
Langkah kedua, Masukkan kacang tanah yang telah dihaluskan sebelumnya dan air. Kemudian masak sampai mendidih dan terlihat mengental.
Tambahkan merica bubuk, garam, kecap manis lalu aduk hingga rata.

Cara Membuat Sate Ayam Bumbu Kacang:

    Langkah pertama, Cuci daging ayam hingga benar benar bersih lalu tiriskan. Setelah daging ayam kering kemudian tusuk ayam dengan menggunakan tusukan sate, lalu kemudian sisihkan
    Langkah kedua, Campur kecap manis dan margarine menjadi satu kemudian aduk hingga tercampur secara rata. Setelah itu oleskan pada sate ayam secara merata.
    Langkah ketiga, Panggang sate ayam di atas bara api hingga terlihat setengah matang, lalu angkat. Selanjutnya celupkan ke dalam bumbu kacang kemudian panggang kembali hingga daging ayam matang dan terlihat berwarna kecoklatan lalu Angkat.
    Terakhir, hidangkan sate ayam dengan bumbu kacang serta air jeruk limau (jika suka), kemdian lengkapi dengan irisan tomat, irisan bawang merah, irisan cabai rawit, dan lontong atau ketupat.

Demikianlah Resep Membuat Sate Ayam Bumbu Kacang Enak yang dapat kami sajikan untuk anda, mudah – mudahan resep yang kami berikan ini dapat dengan mudah di praktekkan di rumah. Jangan lewatkan juga resep sate lainnya seperti: Resep Membuat Sate Telur Puyuh Enak Nikmat dan Resep Sate Kambing Bumbu Kecap spesial

Budidaya kentang di dataran tinggi

    Kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk tanaman berkeping dua (dikotil) dari keluarga Solanaceae. Tanaman ini merupakan tanaman semusim dan mempunyai kemampuan berkembang biak secara vegetatif melalui umbi. Budidaya kentang akan tumbuh subur pada daerah beriklim dingin, suhu udara yang tinggi menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk umbi.
 
Ketinggian yang baik untuk budidaya kentang berada pada kisaran 1000-2000 meter dari permukaan laut dengan suhu 14-22 derajat celcius. Curah hujan yang baik selama periode pertumbuhan tanaman kentang adalah 1000-1500 mm. Apabila curah hujan terlalu tinggi bisa menyebabkan kebusukan pada umbi.

Budidaya kentang di Indonesia, pertamakali dilakukan pada abad ke-18 di Cibodas, Lembang, Pangalengan dan Tengger. Kemudian menyebar ke wilayah Sumatera tepatnya di dataran tinggi kerinci. Saat ini banyak tempat di Indonesia menjadi sentra budidaya kentang. Prospek usaha budidaya kentang sangat menjanjikan.
Pengolahan tanah

Pertama-tama hal yang harus perhatikan dalam budidaya kentang adalah keadaan tanah yang akan dipakai, apakah keadaan tanah gembur atau padat. Untuk tanah yang padat diperlukan pembajakan atau pencangkulan dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Setelah selesai dibajak tanah didiamkan selama 2-3 hari, kemudian digaru sedalam 5 cm, lalu diamkan selama satu minggu. Untuk kondisi tanah yang gembur, pengolahan cukup dengan digaru saja, lalu biarkan selama satu minggu. Waktu pembiaran sampai satu minggu bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah.

Perlu juga diperhatikan kondisi kelembaban tanah. Kentang merupakan tanaman yang sensitif, keadaan tanah tidak bisa terlalu basah atau terlalu kering. Banyak usaha budidaya kentang yang kandas karena tidak memperhatikan kelembaban tanah. Apabila kondisi tanah basah, siapkan sistem irgasi berupa garitan yang agak ditinggikan. Bila kondisi tanah kering lakukan penyiraman. Setelah lewat satu minggu tanah diratakan dan dibuat garitan. Lebar garitan umumnya 80 cm dengan ketinggian 5 cm.
Pemupukan tanaman kentang

Pada permukaan garitan tebarkan pupuk kandang, atau dapat juga dibuat lubang-lubang untuk menempatkan pupuk secara terpusat untuk menghindari tergerusnya pupuk. Pemberian pupuk kandang yang ideal untuk budidaya kentang adalah 20-50 ton per hektar, tergantung pada tingkat kesuburan tanah. Selain pupuk kandang, tambahkan NPK sebanyak 350 kg per hektar. Cara pemberian NPK bisa disebar atau secara terpusat dengan membuat lubang-lubang dekat umbi yang ditanam pada garitan.
Penanaman bibit kentang

Sebelum siap ditanam, umbi bibit harus disimpan dulu selama kurang lebih tiga bulan. Fungsinya agar umbi tersebut ketahuan sudah bisa bertunas dengan baik, karena umbi kentang mempunyai masa dormasi. Umbi yang telah bertunas, lakukan seleksi pemangkasan tunas. Tunas yang panjangnya lebih dari 2 cm dibuang, karena tunas yang terlalu panjang kurang baik untuk ditumbuhkan. Berat umbi yang baik untuk bibit berkisar 30-50 gram per buah.

Letakan umbi yang telah dipangkas dalam garitan, diatas pupuk yang telah disebar atau didekat lubang-lubang yang telah dikasih pupuk. Jarak tanam dalam garitan berkisar 20-30 cm. Setelah umbi diletakan, timbun dengan tanah sehingga membentuk guludan setinggi 10-15 cm. Biarkan bagian kiri dan kanan guludan membentuk parit untuk drainase.
Pemeliharaan tanaman kentang

Tindakan pemeliharaan terdiri dari penyiraman, pengguludan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman. Periode pemeliharaan tanaman dalam budidaya kentang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi. Pemeliharaan tanaman kentang harus disiplin dan taat jadwal.
Penyiraman tanaman

Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca. Di daerah lembab dan sering turun hujan, relatif tidak memerlukan penyiraman. Apabila keadaan tanah terlihat kering baru lakukan penyiraman, namun harus diperhatikan kondisi tanah jangan sampai terlalu basah, apalagi sampai tergenang.
Penyiangan gulma

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan perbaikan guludan. Biasanya dilakukan setelah satu bulan penanaman. Gulma bisa dibersihakan dengan sabit atau koret, setelah gulma dibersihkan guludan diperbaiki. Penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan. Setelah itu, tidak diperlukan lagi penyiangan, karena tajuk tanaman sudah rimbun sehingga gulma sulit tumbuh.
Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya kentang. Produktifitas tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tanaman. Penyemprotan fungisida maupun insektisida dimulai sejak tanaman berumur 10 hari. Interval penyemprotan dilakukan dua kali seminggu, atau tergantung dari gejala kerusakan yang terlihat.

Obat-obatan yang diberikan berupa fungisida (dithane dan vondozeb) dan insektisida (hostathion). Konsentrasi yang dianjurkan sesuai dengan petunjuk penggunaan pada label. Selain dengan penyemprotan, pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan juga dengan rotasi tanaman. Lakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang-kacangan atau palawija. Waktu rotasi tanaman diperlukan sekurang-kurangnya 2-3 tahun, baru lahan bisa ditanamai tanaman kentang lagi.

Jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa ditemukan dalam budidaya kentang di Indonesia antara lain:

    Busuk daun (Phytophthora infestans)
    Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)
    Bercak lunak (Altenaria Solani)
    Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)
    Virus gulung daun (PLRV)
    Root knot nematodes (Meloidogyne Spp.)
    Ulat gulung (Phthorimae Operculella)
    Pekung (Rhizoctonia Solani)
    Virus (Virus X, Virus Y, Virus S)
    Oteng-oteng (Epilachna Puntata)
    Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)
    Kutu daun hijau (Myzus Persicae dan Aphis Nasturtii)
    Orong-orong (Cryllotalpa Sp.)

Pemanenan budidaya kentang

Umur tanaman kentang sampai siap panen bergantung pada jenis varietas, tinggi lahan dan musim. Secara umum satu siklus budidaya kentang sampai umbi siap dipanen antara 80-120 hari. Pemanenan harus diperhatikan, jangan terlalu dini atau terlalu tua. Panen yang terlalu dini, membuat kualitas kentang rendah karena pembentukan karbohidrat dlam umbi masih belum optimum. Sedangkan pemanenan yang terlalu tua meningkatkan resiko umbi kentang terserang penyakit dan rusak.

Untuk mengecek kesiapan panen, umbi kentang digali secara acak. Pengambilan sampel harus dilakukan secara merata sehingga mewakili lokasi tanam. Umbi yang sudah diambil dilihat tingkat kematangannya. Atau, bila kita sudah terampil bisa dengan cara  memperhatikan bentuk dan warna daun. Tanaman yang siap panen, warna hijau daunnya mulai pudar dan terlihat kering.

Pemanenan bisa dilakukan dengan garpu, dalam hal ini harus diperhatikan benar jangan sampai garpu melukai bagian umbi. Apabila takut umbi rusak terkena sosokan garpu, pemanenan bisa dilakukan dengan kored, atau cangkul tangan. Dengan alat ini resiko kerusakan lebih kecil, namun proses panen lebih lama. Setelah umbi digali, biarkan beberapa saat atau jemur untuk beberapa saat. Sehingga lapisan tanah yang menyelimuti umbi mudah dibersihkan. Lalu kemas umbi kentang kedalam karung atau keranjang.

Budidaya ikan lele

              
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi.
Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik.
Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.

Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.
Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.

Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:


  • Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.

Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.

Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.


  • Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.

Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.


  • Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.

Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.

Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.

Panduan budidaya ikan lele
Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.

Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.

Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.


  • Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.


  • Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.


  •    Menentukan kapasitas kolam

    Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.


  •     Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.

Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.


  • Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.

Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.

Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.

Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.


  • Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.

Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.

Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
Pengelolaan air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.

Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.

Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.

Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
Panen budidaya ikan lele

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Minggu, 19 April 2015

PENANAMAN DAN PEMBIBITAN GAHARU

benih gaharu
Menanam Bibit
Kegiatan menanam gaharu dimulai dari pemilihan jenis/species, Aquilaria malaccensis, A. microcarpa serta A. crassna adalah species penghasil gubal gaharu dengan aroma yang sangat disenangi masyarakat Timur Tengah, sehingga memiliki harga paling tinggi.

Lokasi Penanaman, Gaharu dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 750 m dpl, dengan pola tanam monokultur atau dengan sisetem tumpangsari. Jark tanam 3 x 3 m (1.000 pohon/ha.), namun dapat juga 2.5 x 3 m sampai 2.5 x 5 m. Jika tanaman gaharu ditanam pada lahan yang sudah ditumbuhi tanaman lain, maka jarak tanaman gaharu minimal 3 m dari tanaman tersebut.
Penyiapan lubang tanaman untuk bibit dengan ukuran lubang tanam 40 x 40 x 40 cm. Lubang yang sudah digali dibiarkan minimal 1 minggu, agar lubang beraerasi dengan udara luar. Kemudian masukkan pupuk dasar, campuran serbuk kayu lapuk dan kompos dengan perbandingan 3 : 1 sampai mencapai ¾ ukuran lubang. Kemudian setelah beberapa minggu pohon gaharu, siap untuk ditanam. Penanaman bibit gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11.00, dan dapat dilanjutkan pada jam 16.00 sore harinya.
Pemeliharaan
Pemupukan dapat dilakukan sekali 3 bulan, namun dapat juga setiap 6 bulan dengan kompos. Penggunaan pupuk kimia seperti NPK dan majemuk dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun, kemudian dosisnya bertambah sesuai dengan besarnya batang tanaman. Hama tanaman gaharu yang perlu diperhatikan adalah kutu putih yang hidup di permukaan daun bawah, bila kondisi lingkungan lembab. Pencegahan dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung agar gaharu terkena cahaya matahari diikuti penyemprotan pestisida seperti Tiodane, Decis, Reagent., dll Pembersihan rumput dapat dilakukan sekali 3 bulan atau pada saat dipandang perlu.
Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu.

POHON TERMAHAL DI DUNIA

"Sudah gaharu, cendana pula".
Kayu cendana maupun gaharu ( jenis Aquilaria spp ) merupakan kekayaan sumber daya alam dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi.
Gaharu adalah bahan aromatik termahal di dunia.
Harga Gubal Gaharu kualitas baik di pasar internasional mencapai Rp. 25 juta per Kg. Sedang kayunya berkisar antara Rp. 250 – 500 ribu per Kg tergantung warnanya. Semakin hitam semakin mahal.
Nilai ekonomis Pohon Gaharu bisa mencapai Rp. 25 - 75 juta per pohon (tergantung proses perawatannya).
Gaharu adalah bahan dasar parfum, kosmetik dan obat-obatan. Parfum diperoleh dari hasil ekstraksi resin dan kayunya.
Gaharu sudah dikenal sebagai komoditas penting semenjak jaman Mesir Kuno. Mumi Mesir selain diberi rempah-rempah juga diberi cendana dan gaharu.
Di pasar internasional gaharu murni diperdagangkan dalam bentuk kayu, serbuk dan minyak. Kayu gaharu bisa dijadikan bahan kerajinan bernilai sangat tinggi atau untuk peralatan upacara keagamaan. Serbuk gaharu digunakan untuk dupa/ratus dan minyaknya merupakan parfum kelas atas. Serbuk gaharu sebagai dupa akan dibakar langsung dalam ritual keagamaan Hindu, Budha, Konghucu, Thao, Shinto, Katolik. Kayu gaharu disebut sebagai kayu para dewa. Aroma gaharu dipercaya mampu mensucikan altar dan peralatan peribadatan.
Menanam 7 ( tujuh ) pohon Gaharu di pekarangan/kebun
setara untuk NAIK HAJI 7-10 tahun mendatang, InsyaAllah
Gaharu yang sekarang beredar di pasaran semuanya berasal dari perburuan dari hutan. Para pencari gaharu kadang-kadang tidak membedakan, mana kayu yang ada gubalnya dan mana yang tidak. Hingga semua pohon Gaharu yang dijumpai akan ditebang. Akibatnya, populasi kayu Pohon Gaharu terus terkikis dan makin langka.
Dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES CoP 13) di Thailand, 2 -14 Oktober 2004, Pohon Gaharu telah dimasukkan dalam apendik II. Hingga pengambilan gaharu dari alam, sebenarnya dilarang. Tetapi karena tingginya nilai gaharu, maka pencarian gaharu dari hutan terus berlangsung tanpa bisa dicegah.
Dari hasil penelitian di Universitas Indonesia & Malaysia
pohon Gaharu kini telah bisa di budidayakan.
Dengan Gaharu jadikan kebun pekarangan rumah Anda menghasilkan Milyaran rupiah, 7 - 10 tahun ke depan.
Mengapa harus Gaharu ???
1. Pohon ini kelas CITES II. Hampir punah di seluruh dunia.
2. Manfaat dan kasiatnya sangat banyak.
3. Permintaan pasar dunia sangat tinggi untuk kayu jenis ini.
4. Mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.
Cara menanam Gaharu :
Gaharu bisa ditanam di berbagai jenis tanah (berhumus, berpasir, berbatu dsb) asalkan tidak berair (tanah sawah / rawa) dan bisa hidup pada berbagai ketinggian 0 - 1000 dpl. Cara menanam Gaharu bisa monoculture (tersendiri) atau integrasi (campur sari / dipadukan dengan tanaman yang lain). Jarak ideal tanaman ini satu dengan yang lain adalah 3 x 3 meter dan Pemupukan dilakukan 3 - 4 x dalam setahun, hindari dari pupuk kimia dan gunakan pupuk kandang / organik, selain harganya murah pupuk kimia akan mempengarui aroma dari Gaharu setelah di panen nanti.
Inokulasi
Tanaman yang sudah berumur 3 tahun lebih atau sudah memiliki diameter batang kayu pohon + 12 cm siap untuk di inokulasi.
Inokulasi adalah penyuntikan serum (jamur fungi) ke dalam kayu gaharu sehingga menjadi ter-infeksi dan akan menghasilkan resin damar wangi setelah 6 bulan sampai 2 tahun setelah penyuntikan.

Berikut langkah INOKULASI untuk menghasilkan damar wangi pada pohon Gaharu setelah pohon berdiameter min 12 cm :
1. Buatlah lubang berdiameter 3 mm pada akar, batang, cabang dan ranting pohon gaharu. Jarak lubang satu dengan yang lain 10 cm dan dibuat saling silang / spiral.
2. Siapkan inokulum cair (fusarium sp), suntikkan ke dalam lubang masing-masing 1 cc per lubang.
3. Lubang pada akar, tutup lubang dengan lilin / parafin.
4. Setelah 1 bulan cek lubang tsb dengan menggunakan sayatan pada kulit, apabila warna berubah menjadi kehitaman berarti gubal gaharu mulai terbentuk.
Warna hitam pada penampang batang Gaharu inilah yang dijadikan dasar dalam penentuan kualitas gaharu. Semakin hitam / pekat warnanya, semakin tinggi pula nilai jualnya.
pelihara bumi & lingkungan, Siapkan Masa Depan Kita
Kami melayani :
1. Presentasi Penjelasan Pohon Gaharu secara lengkap mulai dari penanaman sampai pemasaran.
2. Penjualan bibit Gaharu A. MALACCENSIS & GYRINOPS.
3. Penjualan bahan inokulan Pohon Gaharu Fusarium sp.
4. Jual beli Gubal Gaharu & Hasil Kayu Pohon Gaharu.

ANALISA BISNIS MENANAM GAHARU
(Tahun 2010)
Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya Pohon penghasil Gaharu,
Luas tanah : 2.000 m2 (140 ubin).
Jangka waktu : 7 - 10 tahun.
Jarak tanam : 3 X 3 luas tanah .
Sebanyak : 180 batang.
BIAYA TAHAP 1
- Pembelian Bibit 180 btng @ Rp.15.000 = Rp. 2.700.000
- Pupuk Kandang 500 kg @ Rp.250 = Rp. 125.000
- Tenaga Penanaman 2 orang = Rp. 100.000
- Tenaga Perawatan tahun pertama = Rp. 600.000
JUMLAH = Rp. 3.525.000,-
BIAYA TAHAP 2
- Pupuk Kandang = Rp 750.000,-
- Pupuk Oganik = Rp. 300.000,-
- Pestisida (jika diperlukan) = Rp. 900.000,-
- Tenaga Perawatan = Rp. 600.000,-
JUMLAH = Rp. 2.550.000,-
BIAYA TAHAP 3
- Tenaga Perawatan = Rp. 1.000.000,-
- Inokulasi 180 batang = Rp. 2.000.000,-
- Tenaga Panen = Rp. 5.000.000,-
JUMLAH = Rp. 8.000.000,-
TOTAL BIAYA TAHAP 1 + 2 + 3
Tahap 1 = Rp. 3.525.000
Tahap 2 = Rp. 2.550.000
Tahap 3 = Rp. 8.000.000
TOTAL BIAYA = Rp. 14.075.000
Asumsi biaya tersebut adalah biaya maksimal, biaya tersebut diatas masih bisa kita tekan apabila penanaman dan perawatan kita lakukan sendiri
PENERIMAAN
Dengan asumsi bahwa tingkat keberhasilan inokulasi adalah 75% saja, dari 180 batang tanaman cuma menghasilkan 135 batang pohon saja yang bisa dipanen. Satu batang pohon gaharu dengan masa inokulasi sekitar 3 tahun menghasilkan rata-rata 2 kg gubal, 10 kg kemedangan dan 20 kg abu. Sehingga total yang dihasilkan dari kebun 135 batang adalah 270 kg gubal, 1.350 kg kemedangan dan 2.700 kg abu.
A. GUBAL 270 kg @ Rp.4.000.000,- = RP.1.080.000.000,-
B. KEMEDANGAN 1.350 kg @ Rp.1jt = RP.1.350.000.000,-
C. ABU 2.700 kg @ Rp.200.000 = Rp. 540.000.000,-
JUMLAH = Rp.2.970.000.000,-
Jumlah penerimaan diatas kami ambil dari data harga jual gaharu yang paling rendah.
KEUNTUNGAN =
PENERIMAAN – BIAYA =
Rp. 2.970.000.000 - Rp. 14.075.000 =
Rp. 2.943.850.000,-

Kesimpulan :
Investasi Gaharu 14 jutaan, berpotensi menghasilkan 3 milyar rupiah dalam kurun waktu 7 – 10 tahun. Seiring waktu, harga jual Tanah dan Gaharu yang semakin langka juga meningkat.
Jika kita tahu caranya maka tidak ada ruginya investasi di kebun ANDA.

TENTANG BOR, ALAT DAN METODENYA

METODE EKSPLORASI PENGEBORAN
Dalam sejarah eksplorasi telah banyak jenis bor yang dipakai. Berikut adalah penggolongan jenis bor eksplorasi :
1. Bor Tangan
- Bor spiral
- Bor bangka
2. Bor Mesin Putar
- Bor mesin ringan
- Bor inti (core drill)
- Bor putar biasa (rotary drill)
- Bor-alir balik (counterflush drill)
3. Bor Mesin tumbuk (cable tool)

Sebetulnya sulit untuk melakukan penggolongan metoda pengeboran. Alat bor tangan banyak yang dikembangkan dengan dilengkapi motor kecil, sedangkan banyak alat bor mesin yang dipasang pada truk dirancang untuk pemboran dangkal. Alat bor mesin putar berkisar dari yang portable sampai alat bor raksasa untuk eksplorasi minyak dan gas bumi.

PEMBORAN TANGAN

Metoda ini dipakai untuk eksplorasi dangkal seperti placer deposit dan residual deposit. Metoda ini digunakan pada umumnya pada tahapan eksplorasi rinci, namun adakalanya secara acak dan setempat dilakukan pada tahap eksplorasi tinjau, terutama pada subtahap prospeksi umum.
Ada 2 jenis alat ini, yaitu Bor tangan spiral (Auger drilling) dan Bor bangka (BBB).

Pemboran Spiral/Bor Spiral Auger Drilling
Seperti penarik tutup notol, diputar dengan tangan. Contoh melekat pada spiral, dicabut pada interval tertentu (tiap 30 – 50 cm).
Hanya sampai kedalaman beberapa meter saja, baik untuk residual deposit (bauxite, lateritic nickel) dan sebagainya.

Pemboran Bangka/Bor Bangka (BBB)
Suatu alat bor tangan dikembangkan di Indonesia. Suatu alat selubung (casing) diberi platform, di atas mana beberapa orang bekerja. Pada prinsipnya sama dengan bor spiral dan tumbuk. Batang bor terdiri dari pipa masif yang disambung-sambung, dengan berbagai bit :
1. Spiral
2. Senduk
3. Pahat/bentuk pahat (dihubungkan)
Pengambilan contoh dalam hal yang ditumbuk dengan bailer. Sambil bor berjalan, dengan gerakan putar dan tumbuk, casing secara otomatis menurun, karena beban orang di atas flatform.
Metoda ini dipakai untuk eksplorasi dangkal, seperti placer deposit dan residual deposit. Ada 2 jenis alat ini, yaitu Bor tangan spiral (Auger drilling) dan Bor bangka (BBB).

Pengamatan Dan Perekaman Data Geologi
Data geologi yang didapatkan dari pemboran tangan jarang berupa batuan, tetapi pada umumnya berupa tanah atau batuan lapuk, dan sedimen lepas. Contoh yang didapatkan bukan merupakan contoh yang utuh (undisturbed sample), tetapi contoh yang terusik (disturbed sample). Ketelitian lokasi kedalaman contoh tergantung pula dari jenis matabor yang digunakan.
Contoh dari bor Spiral berupa tanah/lapukan batuan yang melilit pada spiral, dan mewakili selang kedalaman setiap kali batang bor dimasukkan sampai ditarik kembali, sehingga selang kedalamannya dapat diatur, apakah setiap 50 cm atau setiap meter, tetapi maksimal tentu sepanjang spiral. Sampel dari matabor sendok lebih terancam pencampuran, sedangkan yang menggunakan bumbung dengan katup lebih mewakili kedalaman yang tepat. Matabor ini lebih banyak digunakan untuk sedimen lepas, dan setiap sampel mewakili selang kedalaman dari mulai batang dimasukkan sampai ke pencabutan.
Pada sistem bor Bangka, sampel yang diambil lebih terpercayya karena penggunaan pipa selubung yang terus menerus, mengurangi pencampuran dari guguran dinding bor.

Perekaman Data
Pada umumnya data berupa litologi, serta batas-batasnya dan dapat dinyatakan dalam penampang berkolom atau profil yang dapat pula disebut sebagai log. Selain itu data kekerasan kualitatif dapat dicatatkan pula, demikian pula data muka air tanah yang dijumpai.

PEMBORAN MESIN PUTAR

Ada berbagai macam jenis mesin bor putar, dari yang portable sampai pemboran raksasa seperti pada pemboran minyak yang dapat mencapai kedalaman beberapa kilometer. Ada berbagai jenis, dari mulai packsack (dapat diangkat di atas punggung) sampai bor besar harus dipreteli atau diangkat di truck.
Alat pemboran (yang disebut drilling-rig) dinilai dari kemampuannya untuk mencapai kedalaman, kemampuan pengambilan sampel batuan dan kemampuan menentukan arah. Selain itu juga kemampuan bergerak di medan merupakan salah satu hal diperhatikan. Mesin-mesin pemboran putar ini mempunyai prinsip yang sama, namun berdasarkan kemampuannya dapat dibagi sebagai berikut :
- Bor mesin ringan (portable drilling rig)
- Bor mesin inti (diamond drilling rig)
- Bor mesin rotari (rotary drilling rigs)
- Bor mesin alir-balik (counterflush drilling rig)

Prinsip operasi mesin pemboran putar
Pada prinsipnya pemboran mesin putar mempunyai prinsip yang sama, yaitu :
1. Lubang dalam formasi dibuat oleh gerakan putar dari pahat untuk mengeruk batuan dan menembus dengan suatu rangkaian batang bor yang berlobang (pipa).
2. Rangkaian pipa bor disambungkan pada mesin sumber penggerak dengan berbagai macam alat transmisi, seperti kelly dan rotary table, chuck ataupun langsung.
3. Sumber penggerak (mesin bensin, diesel dan sebagainya) atau dengan perantaraan kompresor/motor listrik.
4. Pelumas/pendingin (air, lumpur, udara). Cairan pelumas dipompakan lewat pipa, keluar lewat pahar bor kembali lewat lobang bor di luar pipa (casing) atau sebaliknya.
5. Pompa sebagai penggerak/penekan cairan pelumas.
6. Pipa/batang di atas tanah ditahan/diatur dengan menggantungkannya pada suatu menara/derrick dengan sistem katrol atau dipandu lewat suatu rak (rack) untuk keperluan menyambungnya atau mencabut serta melepaskannya dari rangkaian.
7. Untuk memperdalam lubang bor rangkaian pipa bor ditekan secara hidrolik atau mekanik maupun karena bebannya sendiri.
8. Sampel batuan hasil kerukan mata bor didapatkan sebagai :
a. Serbuk atau tahi bor (drill-cuttings) yang dibawa ke permukaan oleh lumpur bor atau air pembilas. Serbuk penggerusan batuan dibawa oleh air pembilas ke permukaan sambil mendinginkan mata bor.
b. Inti bor (drill core) yang diambil melalui bumbung pengambil inti (core barrel).
9. Untuk pengambilan inti mata bor yang digunakan bersifat bolong di tengah sehingga batuan berbentuk cilinder masuk ke dalamnya dan ditangkap oleh core barrel. Mata bor ini biasanya menggunakan gigi dari intan atau baja tungsten.
10. Bumbung inti (core barrel) diangkat ke permukaan
a. Dicabut dengan mengangkat seluruh rangkaian batang bor ke permukaan setiap kali seluruh bumbung terisi.
b. Dicabut lewat tali kawat (wireline) melalui lubang pipa dengan kabel).
11. Pipa selubung penahan runtuhnya dinding lubang bor (casing) dipasang setiap kedalaman tertentu tercapai, untuk kemudian dilanjutkan dengan matabor yang berukuran kecil (telescoping). Pipa selubung dipasang untuk mengatasi adanya masalah seperti masuknya air formasi secara berlebihan (water influks), kehilangan sirkulasi lumpur pemboran karena adanya kekosongan, dalam formasi, atau lemahnya lapisan yang ditembus.

Dalam mendesain program pemboran dan memilih jenis alat bor harus diperhatikan :
1. Kapasitas kedalaman (tergantung dari) :
a. Besanya kekuatan mesin sumber pengerak yang dinyatakan dengan Tenaga Kuda (HP).
b. Kekuatan alat penyangga atau menara serta derek untuk menarik beban rangkaian sampai kedalaman yang dituju.
c. Besarnya garis tengah pipa bor sesuai dengan besarnya inti yang diminta.
d. Kekuatan pompa untuk dapat menyalurkan lumpur sampai kedalaman yang dituju.
2. Mobilitas, dapat bergerak sendiri (skids, truck) atau kemungkinan untuk dipreteli atau/dan diangkat dengan tenaga manusia ataupun dengan helicopter.
3. Kemampuan pemboran miring.
4. Keperluan dan besarnya inti yang diminta.
5. Perolehan inti (core recovery) (tergantung dari jenis core barrel)

Peralatan Mesin Bor :
Mata Bor :
a. Macam-macam, terdiri dari intan, baja, dan bentuk, termasuk kadang-kadang untuk tanpa pengambilan inti.
b. Ukuran mata bor : AX, BX sampai NX, sesuai dengan corebarrel.
Bumbung Inti (Corebarrel) :
Berbagai jenis dan ukuran :
a. Ukuran sesuai mata bor
b. Jenis :
1. Double-tube core-barrel
2. Triple-tube core-barrel (recovery faktor lebih dari 90%)
a. Dengan batang bor
b. Dengan tali-kawat (Wire-line)
Pipa bor dan Selubung :
1. Berbagai ukuran
2. Berbagai jenis logam
Menara Bor : Tergantung tujuan kedalaman akhir pemboran serta kenampakannya maka mesin pemboran dilengkapi suatu menara untuk mengendalikan pipa bor yang berupa sistim rak, kaki tiga sederhana maupun derrek.
Cara Penekanan :
1. Mekanis (dongkrak)
2. Hidraulis
3. Bobot rangkaian pipa
Sumber Tenaga Penggerak :
1. Diesel
2. Bensin
3. Pneumatic (compressor)
4. Listrik
Besar/kecilnya sumber penggerak menentukan kapasitas kedalaman.

Sistem pembilas :
Pembilasan dapat dilakukan dengan udara, air maupun lumpur.
Pemboran dengan udara (air drilling) : untuk daerah-daerah yang sulit air, ataupun pemboran didalam terowongan dapat dipertimbangkan penggunaan udara sebagai pembilas/pendingin matabor, dalam hal mana disiapkan mesin compressor.
Pemboran dengan air atau lumpur : untuk ini harus dipersiapkan mesin pompa dengan kapasitas tekan dan penyedotan lumpur pemboran yang sesuai dengan kedalaman yang dituju. Selain itu diperhatikan jarak dari sumber air yang memerlukan sistim pompa dan rangkaian pipa air untuk penyaluran, maupun penggunaan truk tangki air. Lumpur biasanya dipakai bentonit yang diperdagangkan secara komersial. Kekentalan dari lumpur dapat diatur dengan menentukan berat jenisnya.
Penggolongan Mesin Bor Putar

Mesin Bor Ringan (Portable Drilling Rig)

Khas dari pemboran ini selain mudah diangkut secara manual adalah pada umumnya menggunakan topdrive dengan motor bakar kecil (2 tak) yang ikut turun naik dengan turun/naiknya batang bor yang dipandu oleh rel atau rack. Tekanan pada matabor dapat ditingkatkan dengan menyuruh orang mendudukinya (awak mesin bor 20-26).
Alat bor ini dapat dipreteli dalam bahagian-bahagian kecil dan dapat diangkut oleh orang secara manual. Kapasitas alat bor ini hanya maksimum 50 meter, banyak digunakan untuk pemboran seismik (shot holes) dan sering merupakan rakitan sendiri dengan menggunakan mesin pompa. Laju tembus adalah 30-40 m/hari, relatif sangat murah. Pengambilan inti tidak dimungkinkan. Biaya $5.90/hari
Termasuk alat bor kecil dengan topdrive ini adalah yang dipasang pada truck, dengan memasangi rak (rel) yang memandu batang bor, dimana morot penggeraknya dipasang pada ujung atas batang bor, dan mesin bergeser ikut dengan turunnya dengan batang bor. Dengan topdrive ini pemboran miring dimungkinkan secara terbatas dengan memiringkan raknya.
Berbagai jenis/merk pemboran :
Bor Mesin Portable
a. Packsack (kapasitas 10 meter), dapat diangkut seorang diri
b. Koken
c. Rakitan lokal

Mesin Pemboran Inti (Diamond Drilling Rigs)

Alat pemboran ini adalah alat standart dan yang paling populer untuk eksplorasi cebakan mineral. Nama Diamond Drilling Rig digunakan karena alat ada yang paling banyak dipakai untuk pengintian (coring) yang menggunakan matabor dari intan.
Mesin ini berukuran relatif kecil dan dipasang pakai roda atau batang luncur (skids), ditarik dengan bulldozer, kendaraan 4-wheel drive atau ditarik dengan winch pada tempat yang sulit dijangkau, atau digantung dengan slung di bawah helicopter, atau juga dapat dipreteli menjadi bahagian-bahagian/komponen kecil dan dapat dipikul secara manual.
Gerakan putar dari mesin ditransmisikan pada pipa bor dengan chuck, dan oleh karenanya dapat membor ke semua arah, termasuk ke atas (dari terowongan). Untuk pengoperasiannya sering dipasang kaki tiga dari pipa besi untuk mengendalikan pemasangan/pencabutan batang bor dengan menggantungkannya pada sistem katrol dengan swivel yang disambungkan pada pipa selang untuk menyalurkan cairan pembilas dari pompa lumpur.
Kelemahan dari alat bor ini adalah berkecepatan rendah, terutama sewaktu operasi pengambilan inti (coring operations).
Jenis matabor yang digunakan : blade type, roller type dan matabor intan dan tungsten-carbida. Matabor jenis bilah (Blade type) membor lebih cepat.
Palu pemukul berputar di dalam lubang (Rotary percussion downhole hammers) juga tersedia untuk formasi-formasi yang keras.
Dapat dipasangi bumbung inti jenis tripple stationary inner split tube yang ditarik talikawat.
Beberapa merk alat bor Diamond Drilling Rig :
Altas-Capco, dengan triple yang simple
Longvear dan Tone, berbagai ukuran :
1. Junior
2. Ly 24,34,38,44-(kapasitas 100 – 900 m)
Tone : U.U.5 (75 m), T.AS 70 dan lain-lain.

Mesin Bor Rotari (Rotary Drilling Rigs)

Jenis alat bor ini dinamakan demikian karena gerak putar dari sumber penggerak/mesin ditransmisikan pada batang bor dengan meja putar (rotary table), sehingga hanya dapat membor ke vertikal ke bawah.
Alat pemboran yang digolongkan jenis ini pada umumnya lebih besar dan berkekuatan lebih besar, harus dipasang pada truk dan tidak cocok untuk lokasi-lokasi yang sulit dicapai. Alat pemboran jenis ini juga termasuk pemboran untuk minyak dan gasbumi.
Pada umumnya digunakan untuk operasi tanpa pengambilan inti (noncoring operation). Kecepatan pemboran tinggi, terutama jika tidak dilakukan pengambilan inti, namun jika diperlukan bumbung inti (core barrel) dapat dipasang.

Berbagai jenis Alat Bor Rotari
Mayhew 1000 Rig; Alat ini dipasang pada truk (6 X 6 Cusromline Carrier Truck), memakai lumpur berbasis air atau udara dengan menggunakan kompressor berkapasitas rendah. Kecepatan tembusnya sangat tinggi (175 m/hari tanpa pengintian, 35 m/hari dengan pengintian).
Biaya $ 22.15/hari tanpa pengintian.
$ 103/hari dengan pengintian.
Dando 250 : Dipasang di atas traktor, yang tidak terlalu stabil sehingga memerlukan dukungan bulldozer.
Alat ini memiliki kompressor berkapasitas tinggi dan dapat dengan mudah mencapai kedalam akhir (TD) 120 m. Namun mempunyai laju tembus (penetration rate) lebih rendah (130 m/hari tanpa pengintian, 30 m/hari dengan pengintian), tetapi lebih murah atas dasar hitungan permeternya.
Biaya $ 15.60/hari tanpa pengintian.
$ 47.50/hari dengan pengintian.

Pemboran Aliran Bilas Balik (Counterflush Drill)

Air pembilas masuk dari casing, keluar melalui pipa bor, membawa sampel, yang tidak tercampur dengan rontokan dari dinding lubang bor, namun untuk mendapatkan ke dalam sampel ini harus memperhitungkan kecepatan tidak seteliti bor inti.


Pengambilan Sampel Dan Perekaman Data Dari Lubang Bor (Drill-Hole Logging)

Tujuan utama dari pemboran eksplorasi adalah mengambil dan merekam data geologi yang ditembus lubang bor. Data ini berupa rekaman catatan hasil pengamatan pada sampel batuan, khususnya litologi serta gejala geologi lainnya. Jenis sampel yang didapatkan adalah :

Serbuk bor (Cuttings) Sampel ini adalah hasil kerukan dari matabor yang kemudian dibawa oleh air pembilas ke permukaan. Setap kemajuan selang kedalaman tertentu suatu sampel yang diambil mewakili selang kedalaman tertentu dan dicatat. Sampel ini dibersihkan dan dideskripsikan. Hasil deskripsi sampel ini tidak akurat mengingat :
1. Sampel tersebut harus menempuh jarak dari kedalaman sampai ke permukaan, sedang dalam waktu yang sama matabor sudah maju lebih dalam lagi. Kedalaman yang diwakili sampel itu harus dikoreksi atau disetel terhadap data lain, seperti laju kecepatan pemboran atau log talikawat.
2. Sampel tersebut sering tercampur dengan serbuk dari selang kedalaman yang ada di atasnya, sehingga kadangkala diketemukan lebih dari 2 jenis litologi yang berasal kedalaman yang berbeda. Untuk ini persen berbagai jenis litologi ini harus dicatat untuk mengetahui litologi mana merupakan guguran dan mana yang dari kedalaman asli. Untuk ini dapat pula dilakukan pembandingan dengan hasil tafsiran litologi dari log talikawat maupun data lain seperti laju kecepatan pemboran.
3. Sampel ini merupakan serbuk, keratan atau hancuran dari batuan, sehingga hanya deskripsi tekstur dan susunan mineral yang dapat diamati, sedangkan gejala-gejala geologi seperti struktur, kekompakan dan lain-lain tidak teramati.
Pengamatan litologi dari serbuk pemboran adalah bersifat baku dalam eksplorasi minyak dan gasbumi, dan juga dilakukan pada pemboran eksplorasi batubara terutama pada selang kedalaman yang tidak dilakukan pengintian. Adakalanya dalam eksplorasi batubara tidak dilakukan pengintian yang disebut openhole, sehingga data geologi didapatkan dari penafsiran log talikawat/geofisika dan dibantu dari pengamatan sampel ini. Namun pada pemboran eksplorasi cebakan mineral tidak lazim dilakukan karena lebih mengandalkan pada pengamatan sampel inti dilakukan secara penuh dari permukaan sampai kedalaman akhir.

Inti bor (drill core)
Pada eksplorasi cebakan mineral termasuk batubara data geologi biasanya didasarkan atas pengamatan dan pendeskripsian sampel inti bor.
Pengintian Penuh (Full Coring). Pengambilan inti dilakukan secara penuh dari permukaan sampai kedalaman akhir pemboran. Ini yang biasa dilakukan dalam eksplorasi untuk cebakan mineral.
Pengintian Setempat (Spot Coring). Pemboran dilakukan sebagai lubang terbuka (open hole) yang kemudian diikuti dengan pengintian hanya dilakukan pada selang kedalaman tertentu yang diinginkan, misalnya beberapa meter di atas zone cebakan dan beberapa meter dibawahnya. Untuk ini sering diperlukan lapisan petunjuk stratigrafi berdasarkan log geofisika dari sumur terdekat yang sengaja dibor sebagai pilot drill hole, untuk operasi ini sering dilakukan pilot and part-coring.
Pengintian Sentuh (Touch Coring). Pengintian dimulai segera setelah matabor mencapai beberapa meter di atas target pengintian (bentuk pengintian setempat yang kurang dapat dipercayai).
Pengintian Inti Terorientasi (Oriented Core Sample). Dengan menggunakan alat tertentu, dimungkinkan dimana orientasi kedudukan asli dari sampel didalam tanah dapat ditentukan. Hal ini sering dilakukan untuk mempelajari kedudukan struktur geologi dari lapisan maupun dari rekahan atau jalur-jalur mineralisasi.
Perolehan Inti (Core Recovery). Dalam operasi pengambilan inti pemboran tidak selalu seluruh selang kedalaman dapat diwakili oleh panjang inti yang diperoleh. Hal ini disebabkan kemungkinan gugurnya bahagian bawah dari inti sewaktu diangkat dalam bumbung inti (core barrel). Besarnya perolehan inti (core recovery) dinyatakan dalam persen (% core recovery), dengan mengukur panjang sampel inti yang diperoleh dan membandingkannya dengan panjang bumbung. Perolehan inti yang buruk dapat disebabkan karena adanya jalur-jalur retak atau keadaan batuan yang rapuh dan dapat dipakai sebagai indikator untuk keadaan struktur dari batuan, dan menggunakan bumbung inti yang diperbaiki seperti triple tube core-barrel.

Keunggulan dari sampel inti pemboran adalah :
1. Pengamatan litologi lebih lengkap dan terperinci sehingga perselingan berbagai jenis litologi, dapat dideskripsi secara rinci, centimeter demi centimeter.
2. Pengamatan rinci dapat dilakukan terhadap struktur maupun tekstur batuan dalam 3-Dimensi, terutama jika menggunakan sampel yang terorientasikan, misalnya adanya rekahan, urat-urat kecil, penjaluran mineral (mineral zoning), dsb.
3. Penentuan kedalaman serta selang-selang kedalaman dari berbagai batas perubahan litologi lebih baik daripada serbuk pemboran. Namun masih tetap kurang akurat jika dibandingkan dengan hasil penlogan talikawat, disebabkan kemungkinan perolehan inti yang buruk selain juga terjadinya dekompaksi seperti halnya dalam batubara.
4. Keuntungan sampel inti bor ini adalah selain mendapatkan kedalam sampel yang lebih teliti, juga dimungkinkan untuk dilakukan uji kualitas yang berkisar luas (wide range of quality test), untuk menentukan sifat-sifat keteknikan batuan, misalnya kekuatan lantai dan atap dari cebakan (batubara) dan batuan penutup (overburden rocks).

Keburukan dari pengambilan sampel inti adalah :
1. Operasi pengambilan inti bor sangat memperlambat operasi pemboran, terutama jika tidak menggunakan wireli corebarrel.
2. Harus menggunakan matabor dari intan atau baja tungsten yang lebih mahal daripada matabor jenis lainnya.
Secara keseluruhan pemboran inti jauh lebih mahal dan lebih lambat dari operasi pemboran lainnya, sehingga harus benar-benar diperhitungkan dalam menentukan taktik eksplorasi. Keunggulan jenis data yang diperoleh harus diperhitungkan terhadap biaya yang harus dikeluarkan.


Pemprosesan Dan Penyimpanan Inti Bor

Inti bor dicuci dan dikeringkan, kemudian dipatahkan meter demi meter. Setelah dipatahkan setiap meter maka batang-batang inti disimpan dalam peti kayu/aluminium yang dirancang khusus, dan disusun sedemikian rupa sehingga atas bawahnya jelas, serta kedalamannya diperlihatkan dengan tanda-tanda yang ditulikan dengan spidol pada penyekat antar inti. Waktu dilakukan pengamatan harus hati-hati untuk menempatkan setiap sampel dalam urutan, arah dan susunan yang sama.
Batang inti yang akan dianalisa di laboratorium, seperti selang yang termineralisasi inti batuan ini dibelah (split) menjadi 2 (1 dipakai untuk essay, 1 untuk dokumentasi). Sampel inti untuk analisa laboratorium harus diambil dari inti yang telah dibelah ini. Penanganan sampel inti ini harus dijaga supaya tidak terkontaminasi, terutama yang diperuntukan assay mineralisasi logam. Dalam hal batubara sampel inti untuk dianalisa di laboratorium harus segera dibungkus dengan kertas parafin yang kedap udara, untuk menjada kelembaban aslinya (moiture content). Untuk setiap sampel yang akan dianalisa di laboratorium perlu dicatat kode nama/nomor lubang bor dan kedalamannya.

Pencatatan/Perekaman Data Bor : Penlogan Lubang Bor
Ada dua cara mencatat atau merekam data geologi yang dihasilkan pemboran :

Penlogan Visual (Visual Logging)
Penlogan visual dilakukan terhadap pengamatan dan deskripsi litologi dari sampel serbuk pemboran dan dari sampel inti bor. Jika dilakukan pengeboran inti penuh (full core drilling) penlogan dilakukan hanya dari pengamatan sampel  inti, sedangkan jika dilakukan spot-coring maka hanya bagian yang tidak diinti pengamatan dari serbuk bor yang dicatat. Pencatatan dilakukan dalam kolom-kolom kertas panjang yang disebut Log Pemboran (drilling-log) dan jika khusus berdasarkan inti saja disebut Log Inti (Core-log). Data geologi pada Log Inti tidak terbatas pada deskripsi litologi saja, tetapi menyangkut struktur, mineralisasi dan sebagainya. Selain data geologi juga dicatat data teknis lainnya, seperti data laju kecepatan pemboran, data perolehan inti (core-recovery), keadaan air pembilas, pergantian matabor, selang pengambilan inti-bor, titik-titik penempatan pipa selubung (casing) serta tanggalnya. Setiap jenis catatan pengamatan diberi kolom tersendiri, dan sedapat mungkin dalam bentuk simbol grafis. Khususnya jenis litologi diberi kolom yang di isi simbol grafis, laju pemboran dengan kurva, perolehan inti dalam bentuk kolom sempit yang memperlihatkan % inti terhadap kedalaman. Struktur geologi digambarkan pada kolom litologi maupun dicatat dalam kolom tersendiri, demikian juga selang-selang mineralisasi, jenis mineralisasi serta estimasi persen juga dicatat. Sebetulnya tidak ada standard bentuk log yang baku, tergantung dari jenis cebakan yang dijadikan obyek pemboran, maupun juga tergantung perusahaannya masing-masing. Sering kolom khusus disediakan untuk mencatatkan hasil analisa geokimia atau ‘assays’.
Dewasa ini dengan komputerisasi, data yang direkam diusahakan dalam format digital maupun alfanumerik yang mudah diinputkan dalam suatu database yang disimpan sebagai file dalam disket atau tape, dan setiap waktu dapat dengan mudah dibuatkan log grafis dengan mencetaknya pada rol kertas (paper log print-out), maupun diproses menjadi peta atau penampang geologi.
Log Visual ini sering dikombinasi dengan log Talikawat menjadi log Komposit.

Penlogan Talikawat (Wire-Line Logging)
Penlogan talikawat dewasa ini sudah sangat lumrah dilakukan untuk pemboran inti, terutama untuk batubara. Jenis-jenis log yang dapat dilakukan bisa dibagi dalam :
- Penlogan Geofisika (Geophysical Logging)
- Penlogan Citra (Imaging, hasil dari pemotretan kamera yang diturunkan ke dalam lubang pada tali serat optik dan dapat merekam citra visual sekeliling lubang bor)
- Log orientasi lubang sumur (yang menunjukkan arah dari lubang sumur dalam derajat kemiringan dan azimuth)
Sejak pertengahan tahun tujuh-puluhan penlogan geofisika untuk lubang pemboran kecil telah dikembangkan. Terutama untuk eksplorasi batubara.
1. Penlogan geofisika lebih teliti dalam penentuan kedalaman dari target pemboran terutama dalam hal lapisan batubara daripada penlogan visual dari inti pemboran karena kemungkinan dekompaksi dan pendapatan inti yang buruk.
2. Penafsiran litologi lebih baik dari pengamatan serbuk bor atau pendapatan inti yang buruk.
3. Korelasi antar lubang bor bersifat jauh lebih oojektif daripada log visual.
4. Untuk eksplorasi batubara log geofisika dapat digunakan untuk mengestimasi parameter kualitas batubara.

Jenis-jenis log yang dipakai terutama untuk batubara adalah :
1. Log Radioaktif (gamma, neutron, densitas)
2. Log Listrik (Resistivitas/SP)
3. Log Kaliper

Density Log
LSD ; baik untuk korelasi
HRD ; informasi optimum untuk ketebalan batubara
BRD ; kompromi antara LSD dan HRD
Natural Gamma Log
Menunjukkan kadar lempung
Neutron Log
Merespon terhadap hidrogen, karbon dan kelembaban total moisture, derajat porositas (yang membedakan batupasir dari serpih)
Caliper Log
Jenis log ini memungkinkan untuk memisahkan batuan kompeten dari yang tidak kompeten. Log ini juga digunakan untuk menentukan kelayakan suatu lapisan batubara pada lokasi tertentu untuk dapat dilakukan pengintian, berdasarkan atas derajat keretakannya yang diperlihatkan oleh garis tengah dari lubang bor yang menembus lapisan tersebut.

Dalam eksplorasi batubara log densitas banyak dipergunakan. Ini disebabkan karena :
- Density log dapat menentukan secara teliti selang kedalaman dan ketebalan lapisan batubara yang ditembusnya.
- Density log menghasilkan penentuan kerapatan batuan (density determination) dan dengan demikian menunjukkan kualitas dari lapisan. Kemudian density dikorelasikan dengan lubang bor yang telah diambil intinya dan perkiraan kadar abu dapat diekstrapolasikan dengan lubang bor terbuka yang dilog. Kombinasi dari gamma alami, log densitas dan log neutron memberikan jalan untuk korelasi lapisan batubara serta lapisan sedimen yang menyelubunginya.

PEMBORAN MESIN TUMBUK (PERCUSSION DRILLING)

Jenis mesin pemboran ini sudah jarang dipakai lagi dalam eksplorasi. Batuan dipecah dengan pahat yang ditumbuk, dan sampel diambil dengan bailer atau drive sampler. Sampel yang didapat tidak murni.
Pemboran dengan jenis ini umumnya digunakan dalam eksplorasi dasar pada soil, gravel, endapan pasir. Dimana sebagian besar batuan yang dihasilkan telah mengalami gangguan, karena proses pemborannya dilakukan dengan menumbuk tanpa menimbulkan moment putar. Hasil dari pemboran tersebut kemudian dibawa ke laboratorium.
Ada berbagai jenis mesin bor perkusi ini, antara lain yang disebut :
- Cable Tool Drilling Rig
- Hammer Drill atau Wagon Drill
- Downhole Hammer Drilling Rig
- Hammer Drilling Rig with Drive Sampler

Alat Bor Tumbuk Talikawat (Cable Tool Rig)
Alat cable tool rig, yang juga disebut churn drilling rig adalah alat bor yang paling tua yang digunakan untuk pemboran minyak maupun eksplorasi mineral, dan kini masih dipakai. Alat ini bentuknya sederhana yang terdiri suatu menara, berbentuk segitiga atau bentuk lain yang pada puncaknya dilengkapi dengan sistim katrol. Pada katrol ini dibentangkan talikawat baja yang disambungkan dengan suatu mesin motor penggerak lewat suatu roda gila sehingga memberikan gerakan turun naik pada ujung talikawat di bawah menara bor ini. Pada ujung talikawat ini digantungkan suatu mata bor berupa pahat yang dilengkapi batang logam sebagai pemberat diatasnya. Penetrasi pada formasi dilakukan dengan menarik talikawat ke atas oleh mesin penggerak, dan kemudian melepasnya sehingga pahat menumbuk formasi di bawahnya. Setelah gerakan ini dilakukan beberapa kali, maka pahat diganti dengan suatu alat pengambil sampel yang disebut bailer suatu tabung atau bumbung baja yang dibawahnya diberi sistim katup. Dengan menjatuhkannya bailer ini ke dalam lubang maka hancuran batuan ataupun sedimen lepas masuk ke dalam tabung dan terperangkap oleh katup dan dapat diangkat untuk memperolehnya. Air sering dimasukkan ke dalam lubang bor untuk membersihkan lubang, tetapi tidak dalam tekanan yang terlalu tinggi (maksimum 100 l/menit).

Alat Bor Tumbuk Biasa
Ada beberapa macam alat bor tumbuk ini yang terutama digunakan untuk batuan keras dalam operasi pertambangan. Alat ini biasanya dipasang di atas suatu truk atau traktor, dan sangat mudah dioperasikan dalam segala arah sudut.

Hammer Drill (Bor Palu)
Mesin bor yang juga disebut Wagon Drill (Chaucier dan Morer, 1987) itu terdiri dari palu yang bergerak vertikal dan dipasang sepanjang suatu peluncur (slide) yang dipasang pada suatu kendaraan seperti truk atau traktor. Palu ini memukul-mukul suatu rangkaian batang bor yang pada ujungnya dipasangi suatu matabor. Jenis Wagon Drills yang ringan (Atlas BVB) dapat mencapai kedalaman rata-rata 30 meter dan maksimum 50-60 meter. Jenis Wagon Drills yang besar (Altas Roc 601) rata-rata 70 sampai 100 meter. Sampel yang didapatkan adalah serpihan batuan yang ditiup oleh udara yang dikompresikan melalui pipa bor, dan ditangkan diluar oleh alat khusus yang disebut cyclone sample chamber.
Kelemahan dari Wagon Drill adalah perolehan sampel yang kecil (5kg/m), karena diameter lubang yang didapatkan adalah 40-50 mm.

Down-Hole Hammer Drill (Alat Bor Palu Dalam Lubang)
Pada alat bor ini palu didapatkan langsung dipasang di atas drive sampler, berbentuk suatu silinder yang bergerak turun naik secara lancar (smooth) dan digerakan oleh udara tertekan dari compressor melalui pipa bor. Mata bor disini dapat pula melakukan gerak rotasi atau putar. Kedalaman rata-rata yang dapat dicapai alat ini adalah 80=100 meter, tetapi dapat pula dirancang untuk mencapai kedalaman 300-1000 meter, dengan menggunakan pipa selubung (casing). Diameter lubang yang dibuat adalah 65-170 mm, sehingga dapat perolehan sampel (sample recovery) yang lebih besar daripada Wagon Drill. Namun biayanya 3 sampai 4 kali biaya pemboran permeter daripada Wagon Drill. Hammer Drill jenis ini diklasifikasikan sebagai bor palu ringan (Light Hammer Drill, Ingersoll type).
Bor Tumbuk dengan Drive Sampler
Perkembangan dari bor tumbuk atau percussiun drilling adalah pemasangan apa yang disebut drive sampler sebagai pengganti matabor. Alat bor ini hanya cocok dipergunakan untuk lapisan tanah atau sedimen lepas. Alat ini berupa sepotong pipa dengan ujungnya terbuka dan tajam. Tabung baja ini mempunyai bentuk dengan panjang yang berlainan, kurang lebih 91,44 cm dan diameternya (bagian luar) 7,62 cm. Alat ini dilengkapi dengan cincin (ring) yang gunanya untuk penyesuaian bila diameternya akan mencapai 12,7 cm. Sedangkan pada sampler bagian atas terdapat lubang untuk lewat air/lumpur pemboran, yang dilengkapi dengan katub pengatur, katub ini gunanya untuk :
- Masuknya lumpur pemboran pada saat diangkat
- Mencegah cebakan udara dan air dalam tabung yang akan menjadi pengganggu naiknya sampel atau rusaknya sampel batuan.
Katup bola pengatur tidak selalu effektif penuh, karena kadang-kadang hal itu akan menyumbat katub dan menahan untuk tetap terbuka. Drive sampler ini yang bertindak sebagai alat bor, mempunyai dinding dengan ketebalan 5 inci, alat ini diselubungi dengan pipa pelindung (casing). Ada beberapa macam peralatan drive sampler, alat ini telah dikembangkan untuk berbagai macam soil, yaitu dengan menggunakan dinding sampler yang tipis. Membuat dinding yang setipis mungkin ini dimaksudkan untuk pengendalian sisipan sampel batuan. Banyak juga drive sampler telah dikembangkan untuk berbagai mekanisme guna mendapatkan sampel batuan sebaik mungkin.

Pengamanan :
Walaupun bor tumbuk ini biasanya dipasang pada suatu truk atau traktor, namun ada kalanya mesin langsung dipasang diatas tanah. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pekerjaan pemboran yaitu :
Landasan mesin bor, landasan ini harus dipersiapkan dengan letak yang betul. Landasan ini perlu stabil mesinnya bisa selalu dalam keadaan mantap dan dapat menahan mesin bor serta peralatannya. Juga memudahkan operator bekerja dengan leluasa. Ukuran landasanya itu minimum 3,5 X 3,5 meter.
Demikian pula pada pemboran dasar sungai, untuk memudahkan dan keamanan, maka sesuai jaminan perlu dibuat “andang-andang” (scaffolding), dalam suatu rencana pekerjaan pemboran dasar sungai dan ini berarti penambahan biaya maupun waktu.

Keunggulan Bor Tumbuk
Bor tumbuk mempunyai keunggulan karena dapat menembus bongkah dalan cebakan pasir/kerikil dengan cepat dengan memecahkannya, sampel yang didapatkan dalam drive sampler atau bailer cukup akurat dan relatif murah dan peralatannya cukup sederhana.
Pekerjaan ikutan sehubngan dengan pemboran tumbuk memberikan keunggulan sebagai berikut :
- Dapat mengukur Bulk Density dari tanah, lempung (clay), pasir (sand), kerikil (gravel) dan lain-lain, dalam keadaan asli di lapangan.
- Dapat mengukur koefisien perbandingan antara tanah terpadat dengan yang tak terpadat langsung di lapangan.

Pengamatan dan Perekaman Data Geologi
Diskripsi litologi hasil pemboran
Setiap sampel yang diambil dari bailer harus langsung diamati seketika itu juga mutlak dikerjakan oleh geologist di lapangan maupun kemudian diverifikasi di laboratorium. Mengingat sampel hasil pemboran tumbuk pengamatan khusus meliputi :
a. Mengenai berbagai jenis batuan yang mudah pecah dan yang mudah menyambung kembali.
- Litologi (warna, tekstur dsb), sifat kelunakan, kepadatan dan perlapisan.
- Banyaknya air yang terkandung dalam batuan tersebut.
- Keterangan mengenai batuan dari seluruh yang pecah seperti, sifat kebulatan, prosentase jenis batuan dari keseluruhan volume jenis batuan itu, juga keterangan dari sudut petrografi.
- Keterangan-keterangan mengenai keistimewaan setiap lapisan batuan seperti kadar humus dalam suatu lapisan batuan, perubahan warnanya dan lain-lain.
- Pengambilan macam-macam batuan tersebut seperti tempat pengambilan batuan, susunan struktur batuan yang rusak dan struktur batuan yang tidak rusak.
b. Mengenai berbagai jenis batuan yang keras sampai agak keras dalam suatu lapisan batuan.
- Litologi (warna, tekstur dsb), dari fragmen batuan dan semen batuan. Keterangan mengenai zat-zat kecil yang terkandung dalam batuan seperti susunan mineralogi, bentuk dan ukuran maupun letaknya, perubahan-perubahan yang mungkin ada.
- Tingkat kekerasan batuan dan prosentase pengambilan dari lubang bor.
- Tingkat kerusakan dan lain-lain.

Perekaman/Catatan Data Pemboran
Setelah diadakan pengamatan batuan seperti ini kemudian dilakukan pencatatan, catatan ini harus akurat, nyata, jelas, sistematis dalam format yang telah ditentukan serta bisa dijadikan dokumen yang dijamin kelamaannya. Pencatatan dilakukan pada format yang sudah tersedia yang disebut log, yang dan pencatatan dilakukan pada kolom-kolom dan kedalaman yang bersangkutan.
Pemerian batuan hasil pemboran ini akan menghasilkan catatan ringkas yang sebagian akan dimasukkan dalam Boring record, kadangkala disebut Drilling Record atau Drilling Log.

Penyimpanan sampel (Sample Storage)
Demikian pula tentang penyimpanan sampel (sample) hasil pemboran, diberi kolom-kolom sesuai dengan pengambilan sample sehingga kelak bila diadakan pemerian ulang tidak akan terjadi kericuhan.
Pada proses pengeboran peranan lumpur bor (drilling mud) sangat penting, karena lumpur pengeboran ini memiliki beberapa fungsi, yaitu :
a. Mengangkat serbuk bor ke permukaan, hal ini sangat penting sebab juka serbuk pengeboran tidak terangkat ke permukaan maka dapat menyebabkan buntunya saluran pengeboran dan akhirnya dapat menyebabkan terjepitnya pipa bor.
b. Mendinginkan dan melumasi pahat/biit dan rangkaian pipa bor; proses pendinginan dan pelumasan pada sebuah kegiatan pengeboran tidak boleh diabaikan sebab jika proses ini diabaikan dapat mengakibatkan lelehnya biit atau rangkaian pipa akibat gesekan dengan bidang bor, terlebih lagi jika kita menggunakan kecepatan rotasi tinggi dan dibarengi dengan pelumasan yang tidak baik maka hal ini akan lebih mempercepat lelehan bit.
c. Mengontrol tekanan formasi; dengan lumpur bor yang baik maka tekanan formasi dapat terkontrol dengan baik, oleh karena itu perbandingan antara lumpur dengan air harus seimbang, lumpur tidak boleh terlalu kental atau terlalu encer.
d. Mencegah runtuhnya dinding lubang bor; dengan adanya lumpur bor yang baik dapat membantu penyanggan dinding sehingga keruntuhan dinding dapat kita hindari.
e. Melapisi dinding lubang bor dengan kerak lumpur; dengan teknologi yang ada kita dapat membuat lumpur bor yang dapat mengering pada dinding lubang bor sehingga dapat mengurangi longsor pada dinding bor.
f. Menahan serbuk bor dan material-material pemberat dalam bentuk suspensi bila sirkulasi atau pemboran dihentikan sementara; pada proses pengeboran jika terjadi sesuatu hal yang mengakibatkan sirkulasi lumpur terpaksa harus dihentikan. Kita tidak perlu khawatir terhadap serbuk bor yang mengendap sebab lumpur yang baik akan dapat menahan serbuk pengeboran dalam bentuk suspensi, tetapi jika lumpur bor yang kita gunakan kurang baik kemungkinan material pemberat dan serbuk bor mengendap cukup besar dan kemungkinan terjepitnya rangkaianpun menjadi besar pula.
g. Mengurangi beban rangkaian pipa bor dan selubung yang ditanggung oleh menara/rig; pengeboran yang dilakukan tanpa lumpur. Bor yang baik, misalnya lumpur bor yang digunakan terlalu encer hal ini akan menyebabkan proses pelumasan kurang berjalan baik adan juga fungsi lumpur bor sebagai pembantu penyanggaan beban yang ditanggung oleh rig juga akan berkurang, oleh karena itu pemilihan lumpur bor harus benar-benar diperhatikan.
h. Untuk media loging I; maksudnya adalah penyampelan dengan bentuk sampel seperti log (silinder).
Berdasarkan bahan dasarnya lumpur bor dapat dibedakan menjadi tida macam, yaitu :
1. Lumpur dasar air tawar (fresh water base mud)
2. Lumpur dasar air asin (salt water base mud)
3. Lumpur dasar air minyak (oil water base mud)
Selama proses pengeboran berlangsung tentunya tidak terlepas dari masalah, masalah yang mungkin timbul selama pengeboran diantaranya :
a. Semburan liar, semburan liar biasanya terjadi pada pengeboran minyak bumi. Hal ini terjadi saat bor kita menembus batauan pengurung gas sehingga gas menekan lumpur bor ke atas dan gas akhirnya keluar permukaan. Jika pada saat pengeboran terjadi sembur liar sebaiknya kita segera meninggalkan lokasi pengeboran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
b. Runtuh dinding, runtuhnya dinding dapat disebabkan oleh kondisi batuan yang kurang stabil atau dapat pula disebabkan oleh penggunaan lumpur yang kurang tepat.
c. Hilang lumpur (mud loss) :
- Lumpur di dalam lubang sumur hilang atau masuk ke dalam lapisan sebagian atau seluruhnya.
- Dapat terjadi karena berat jenis lumpur bor terlalu besar, sehingga tekanan lumpur lebih besar dari tekanan lapisan.
- Hilangnya lumpur dapat diikuti oleh blow out.
d. Sloughing shale, dinding sumur disekitar lapisan shale (serpih) mengembang sehingga menyempitkan atau menyumbat lubang bor, pengembangan lapisan shale terjadi karena shale bereaksi dengan air yang berasal dari lumpur pengeboran, kejadian ini dapat mengakibatkan terjepitnya rangkaian pipa bor.
e. Bit leleh, lelehnya bit atau mata bor yang dapat terjadi akibat kurang lancarnya proses pelumasan atau putarannya terlalu tinggi.
f. Rod putus, putusnya rod dapat diakibatkan dari sloughing shale yang mengakibatkan rod terjepit sedangkan putaran tidak dihentikan.
g. Rangkaian pipa yang terjepit, hal ini dapat terjadi jika viskositas diperbesar, tekanan fluida besar atau dapat pula disebabkan oleh sloughing shale.