Lalu, terbit inginku untuk melawanmu,
menaklukkan diri sendiri. “Aku harus bisa!” kataku dengan tekad baja.
Lagi, bagai hukum III Newton, setiap aksiku sebesar reaksimu. Aku kalah!
Ribuan ampun kumohon pada-Nya atas segala
dosa yang memasir, sebanyak itupula aku kembali lupa dan mengulang
kesalahan yang sama. Menghitamkan diriku. Menodakan putihku.
Duhai Rabbi, hanya kepada-Mu kuserahkan
diriku. Malu kusebut namaku kepada-Mu. Begitu banyak hitam dalam diriku,
dan Engkau masih saja memberi rahmat-Mu tanpa henti. Betapa luas
karunia-Mu untuk hamba yang hina ini.
Dalam diam, aku merenung. Tangisku pecah, “Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
T-u-h-a-n, ampuni aku…
in the rama you,
031106/291012/150213 Sumber : http://pondokhati.wordpress.com/?ref=spelling
031106/291012/150213 Sumber : http://pondokhati.wordpress.com/?ref=spelling
Tidak ada komentar:
Posting Komentar