Selasa, 16 April 2013

Nulis Tidak Ada Tugas


Sabtu, 26 agustus 2012
13.00 wib

Sebelum menulis, alangkah baiknya saya awali dengan membaca bismillahirrohmanirrohim. Semoga allah senantiasa memberikan kemudahan di setiap langkahku.
Ini adalah tulisan pertamaku, antah artikel, cerpen, atau apalah saya juga ga tau, padu asal nulis kata orang jaw amah. Hihi. Ya sobat, Ini adalah pertama kali saya merasa begitu sangat ingin menulis, padahal suasana di luar sangat panas cocok kiranya digunakan untuk istirahat untuk sekedar melepas lelah. Namun entah mengapa, mungkin karena sedari pagi saya hanya melakukan berbagai pekerjaan yang tidak terlalu berat sehingga saya merasa sungkan untuk tidur siang. Jadilah saya menonton televisi berharap semoga ada tayangan yang menarik dan dapat menghadirkan informasi yang penting. Jam dinding yang terletak di atas televise menunjukkan pukul 10.00 wib dan langsung menyalakan televise yang berada di ruang tengah rumah saya, upz.. rumah orang tua saya lebih tepatnya. Saya duduk di depan layar dengan jarang kurang lebih 2 meter. Spontan sayapun langsung memencet no 0 pada remot yang berada di tangan kanan saya, seketika muncul acara wollipop.com di trans7, saya ikuti sampai pukul 11.00 sambil menyetrika baju kerja papah. Tepat pukul 11.00 saya pindah chenel ke global tv. Sekarang saya menonton acara reality show “Indonesia bicara”.
Ada suatu hal yang menarik perhatian saya ketika mendengarkan pernyataan dari salah satu host/presenter acara tersebut yaitu temanya yang berkaitan dengan prestasi anak bangsa. “edukasi digital karya anak bangsa” judul yang saya baca di sisi bawah layar televise. Di dalam acara tersebut menghadirkan dua orang kakak beradik yang berbakat lagi berprestasi dalam bidang computer yaitu fahma dan hania pracika, dengan ditemani ayahnya. Masing-masing berusia 12 tahun dan 8 tahun.
Berdasarkan informasi yang saya peroleh ketika menonton acara tersebut hingga selesai yakni pukul 12.00 wib, bahwa fahma dan hania adalah programmer muda dalam pembuatan software animasi dan game yang prestasinya sudah tidak diragukan lagi. Bayangkan saja Mereka sering kali menjadi juara di berbagai kompetisi yang mereka ikuti baik dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan game-game hasil karyanya telah banyak dikenal public dan didownload di beberapa situs internet, dan mungkin saja game yang sering kita mainkan adalah salah satu hasil karya mereka. Selain itu mereka juga menjadi tenaga pengajar di salah satu lembaga kursus pembuatan software game milik ayahnya yang baru didirikan baru-baru ini. Ya… pastinya sobat merasa kagum dan bangga kan kepada mereka, karena ternyata mereka telah mengharumkan nama tanah air kita Indonesia, tapi mungkin bertanya-tanya “kok bias ya????. Heum.. aku kasih tau ya, fahma dan hania memang sudah sejak kecil dikenalkan dengan computer dan software-softwarenya oleh sang ayah yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi ternama di kota bandung, tapi saya lupa namanya, yang jelas beliau sudah bergelar doctor. Kata hania sih,, mereka sudah mengenal computer sejak lahir, dan saat usianya menginjak 2 tahun dia mulai mulai menekan-nekan tombol keyboard computer. Sedangkan fahmi bermain-main dengan computer saat usianya menginjak usia 3 tahun dan sudah hobi main game di computer. Karena sejak kecil fahma dan hania ini sudah terlihat minatnya pada computer dan main game, sang ayahpun berusaha memberikan pengarahahan kepada dua buah hatinya untuk sebisa mungkin menjadikan bermain itu tidak sepenuhnya bermain tetapi juga ada unsure belajarnya. Lambat laun fahma dan hania ini terus menunjukkan minat dan bakatnya dalam pembuatan software game dan animasi, terlihat ketika fahmi memasuki kelas 2 smp fahmi sudah bias membuat game sederhana dengan menggunakan software power point. Sang ayahpun tidak ingin menyia-nyiakan bakat anak-anaknya itu. Fahmi dan hania diberikan les privat kepada salah satu mahasiswa ayahnya, sang ayah juga sering memberikan buku tentang game dan meminjamkan software-softwarenya dengan disertai pengarahan dan bimbingan. Singkat cerita jadilah fahmi dan hania sebagai anak yang hebat dan patut dibanggakan.
Dari tulisan yang saya buat ini, saya mengambil kesimpulan bahawasannya peran orang tua sangatlah penting bagi perkembangan anak.
Tak ada yang bias saya tulis lagi untuk mengahiri tulisan ini kecuali semoga tulisan ini bermanfaat, untuk saya pribadi dan sobat-sobatku tercinta.

Created by

Fitria Afriani



Tidak ada komentar:

Posting Komentar