Sabtu, 28 November 2015

TERKASIH


     Suasana kembali sepi melebihi sepi hutan yang tak berpenghuni, seketika aku teringat akan dirimu, teringat akan manisnya sikapmu, dan kembalilah aku merasakan rasa yang sering tercipta jika aku mengingatmu, ya rindu. Rindu ini bagaikan sebuah panah yang menusuk ke hati, menyeruak masuk dan menyayat  setiap rongga hati ini, sembari ku menikmati rindu yang perlahan menyayat , aku tersadarkan oleh kata-kata “Apakah kamu pun menyadari rindu ini”??? mungkin kamu tak menyadarinya.... rindu yang ada di dalam hati ini tidak dapat ku ungkap padamu, bibir terasa berat, lidah terasa kaku untuk mengatakan hal itu, hanya dengan tulisan inilah aku bercerita, ku titipkan sebuah tulisan kasih untukmu setidaknya aku bisa mengurangi rintihan tangisku dan sakitnya merindukanmu diam-diam.
Hai kamu yang terkasih, dengarkanlah suara hati ini...... berharap kamu akan mengerti apa yang ku rasa bahwa kini cinta hadir untukmu tanpa ku duga..
Hai kamu yang terkasih, cinta ini sudah sedari lama tersulam dalam hatiku tanpa pernah ku sadari aku senantiasa merajut semua rasa ini dalam heningnya dan manisnya hubungan kita. Cinta ini, kasih ini telah ada di ruang yang paling dalam bahkan sampai aku tak mampu untuk menggapainya, jauh dan tersemat untukmu.
Tapi terkadang kamu bagaikan matahari yang datang di pagi hari lalu menghilang di sore hari .
Kamu bagaikan ombak yang bergulung kesisir pantai kemudian kembali ke lautan, dan semua itu membuat rasa bimbangku untukmu
Dan yang ku tahu, rindu ini akan selalu ada tercipta untukmu, air mata
kebimbanganku terhadapmu juga setia mengalir di pipiku sampai saat ini, dan aku harap kamu menjajikan padaku bahwa semua ini tidak akan berakhir, dan pada akhirnya aku dan kamu akan selalu bersama.
Hai yang terkasih rasa bimbangku terhadapmu sering kali datang dan kembali pergi, kamu membuat semuanya sulit untuk bisa ku tebak, kamu berhasil membuatku menduga apa yang ku rasa dan kamu rasa, tapi yang harus kamu ketahui aku rela untuk menghadapi semua itu dengan segenap harapan-harapan tulusku untukmu, dan tanpa ku lupa doa pun turut tersemat dalam setiap cerita “AKU DAN KAMU” yang sedang terajut dalam rencana-Nya
Date: Sabtu, 28 November 2015

GITA INDAH CAHYANI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar