Sungguh aku cinta kamu
Pagi c;ank malam
Selalu teringat sentuhan
Lembut di bibirku
Tak pernah bisa aku
Berpaling darimu
Gak ada yang lain
Selain dirimu
Dari sekianbapak pilihan
Hanya kamu pilihanku
Lupa solat itu dosa
Lupa sama orangtua itu durhaka
Lupa ingatan itu amnesia
Lupa sama aku itu gabisa
Heeee.......!!!!!
Minumjamu pakai kain
Sekarang kamu lagi ngapain
Kasih apabila aku sedih hiburlah aku dengan senyumanmu
Kasih apa bila aku sakit hiburlah aku dengan kasih sayangmu
Kasih jangan pernah kau sakiti aku karena rasa sakit hatiku begitu
Dalam oleh mu vdan tak bisa di sembuhkan sebelum ada sese orang yang
Bener – benar sayang padaku........!!!!!
Selasa, 16 April 2013
PILU
Gemuru langit di siang hari
Begitu terdengar sangat merintih
Kabut hitam menutupi awan
Gembira hatiku yang suram
Riak ombak di tepi pantai
Seakan tahu air mataku yang terurai
Suara halilintar dikala hujan
Terasa mencengkram hati mu yang kesepian
Kegundahan dan kepiluhan
Seakan tak maulepas dari pikiran
Kepedihan.....
Sampai kapan tak mau hilang
Ingin rasanya aku terbang
Tinggalkan kegelisahan
Kapankah kiranya
Relung – relung kebahagiaan
Menghampiriku
Mungkinkah aku bisa bertahan
Menahan semua kepedihan
Yang tak ada kepastian
Tuk lepas dari kehidupan
Hanya sejuta luka
Yangkau sisahkan untuk ku...... hanya itu
Biarpun perhatianku tak sempurna
Setidaknya ada senyum
Cinta dan do’a yang mengiring
Tuk hari – hari mu
Smoga ngkau tau
• Secerah harapan tersimpan di balik gelap malam
Do’a penuh ke iklasan
Mengantar jiwa kedalam impian
Dengan mata yang hampir terpejam
Ku ucapkan selamat...... malam........?????
• Mata hari tak selamanya menyinari mu
Dunia tak selalu menemanimu
Dan kekasihmu tak selamanya mencintai mu
Tapi diriku akan selamnyamenjadi sahabat mu......
CAHAYA KASIH
Kasih adalah hisan hidup
Setiap insan
Cahaya yang selalu
Menyinari jiwa yang suram
Kasih bagaikan lentera indah
Yang menyelimuti sanubari
Pancaranya selalu menemani
Hati yang sunyi
Kasih ibarat mutiara
Yang ke indahahnya
Selalu menyilaukan mata
Hidup tanpa kasih
Bagai alam yang kekeringan
Cinta tanpa kasih
Bagai kemaru panjang
Yang tak pernah hujan
Cahaya kasih
Kan selalu membawa kedamain di hati
Lantunan kasih
Kan selalu terdengar merdu
Di sanubasri.......
• Sepatah kata tak terucap di bibirmu
Saat kau pergi tinggalkan ku
Mencari cinta baru
TAK BERJUDUL
Tersimpan sebuah kenangan indah
Dalam hati sanubariku
Berharap agar rindu ini dapat terobati
Satu ungkapan rasa yan g tulus
Suci murni
Bahwa aku sayang dan cinta banget sama kamu
• Malam telah menenggelamkan bintang
Aku teringat wajahmu
Tak bisa ku lupakan
Sampai detik ini
Aku makin cinta.....
Itulah yang ku rasakan.....????
• Lewat baha kalbu
Aku menampakan kisah rindu
Yang jadi lukisan sepih ku
Dan terpatri dalam ingatan
Selalu dan saat kita tak bertemu
ISI HATIKU
Indahnya malam ini
Namun tak seindah senyumu
Sepihnya malam ini
Mengingatkan ku akan amarah mu
Sepih sendiri aku bingung
Setiap malam selalu ada tangisan hati
Yang selalu ingat akan dirimu
Bila malam tak berawan
Ku ukir sebuah nama
Tepat di jantungku
Tak perduli orang bilang apa
Ku anggap semua gemuru gelombang
Yang menerjang mata ku
Kasih akan kau tau
Tentang isi hati ku
Betapa ku selalu merindukan mu.....
I LOVE YOU – FOREVER
Ketika hujan turun
Ku ingin menjadi selimut yang bisa menghangatkan tubuh mu
Ketika panas terik......
Aku ingin menjadi mendung yang selalu mengiringi kemanapun langkahmu
Dan ketika engkau sakit
Aku ingin menjadi obat
Yang dapat menyembuhkan rassa sakit mu.....
Tuhan.......
Jadikanlah cinta kami seperti samudra
Yang takkan habis jika diminum
Dan jadikan cinta kami
Bagai hujan yang bila jatuh kebumi
Berubah menjadi padi
Dan jika jatuh kelaut
Berubah menjadi mutiara
Tuhan.......
Engkau sumber cinta kami
Maka tuntunlah kami
Tuk menyibuk rahasia kekayanmu
Yang m,asih tersembunyi
083 324 021 ***
Indahnya dunia
Hanya sementara
Indahnya cinta
Hanya seketikah
Indahnya mimpi
kadang tak pasti
tapi indahnya persabatan
]semoga tetap abadi
HATI YANG TERLUKA
Malam seperti gelap dan kelam
Ku sendiri dalam keraguan
Kebimbangan tentang dirimu
Kau hadirkan luka begitu parah
Sayang ku takbisa melupan kamu
Dan ku hadirkan kau dengan kebahagiaan
Tapi kau balas dengan luka
Apa salah ku.....
Sehinggah kau begitu tegah
Balas dengan luka
Hati yang sudah hancur ini
PERMINTAAN SEORANG SAHABAT
Wahai... sobat.....!!!!!!!!
Dengarlah permintaan dari seorang sahabat
Ijinkan aku mengenalmu lebih dekat
Meskipun takmudah tuk menerimaku
Dalam waktu yang begituh singkat
Namun ku berharap kau dapat mengerti
Segala ucapan yang tersirat
Mungkin hadirmu adalah
Hidup di kala mati ku
Karena merasakan hidup
Di saat kematian datang
Memburu vikiranku
Kau adalah minpi dikala tidurku
Kau datang hanya sebatas angan
Namun kau mampu
Memberi arti dalam hidupku
Mungkin hanya bisa ku ucapkan
Terimakasih untuk mu.......
When believe to suck of soil spirit n backstreet jungle?
• Ku tanam sayang ......... di sakiti
Ku tanam cinta di khianati
Ku tanam rindu tak di hargai
Akhirnya......
ARTI SAHABAT
Teman adalah awal dari terbentuknya
Suatu ikatan hati yang saling menyayangi
Saling setia, saling percaya dan saling menerti
Maka terjalinlah sebua “ persahabatan “
Yang tidak akan hancur jika kita saling mengalah
Dan memaafkan serta tidak mengandalkan keegoisan
Masing – masing....... Cuma ajal yang bisa memisahkan
Hubungan tersebut...... taukah engkau arti sahabat.....???????????
TANGISAN HATI
Tangisan mutiara hati ku
Mutiara yang tergores batu karang
Batu karang yang tergoreskan luka
Aku mutiara yang di tepi pantai
Yang selalu tebawa gelombang air
Semakin redup pula cahaya ku
Semakin ku temukan
Kata” mutiara yang tergoreskan
Goreskan luka,pedih,pahit
Biarkan pasir yang mengubur kepedihanku
DERU CINTA
Dalam gelapnya malam ku
Ku tangkap mentarimu
Dalam resah dan gelisaku
Ku dapatkan senyummu
Dalam gersang jiwaku
Ku peroleh damai mu
Dalam tangisanku
Terdapat bayangn mu
Dan semua diam
Dan semua membisu
Tak ada satu kata yang menerpa
Hanya kesunyian yang ada
Kemanakah kan ku adukan hasrat
Yang kian melanda
Namun senyummu
Kan selalu hadirkan bahagia
Yang mampu menterai duka ini di setiap ku
Diary of love
• Friend tanggal 24 bulan ini aku mau merit pasti kamu kaget mendengarnya ...... begitu pula dengan aku sebenarnya aku belum siap untuk merit....... hanya demi kebahagiaan ortu aku rela meninggalkan masa” remaja aku bersama kamu dan aku harus mulai berfikir dewasa, aku ga bisa berbuat apa” lagi aku hanya punya waktu 2 hari yang bersetatuskan lajang dan lusa aku sudah bersetatus menjad suami orang
TERLUKA
Malam ini seperti gelap dan kel;am
Seperti hati ku yang tertutup luka
Kasih kenapa dua kan cinta ku
Dan mengapa tawarkan cinta maniz mu
Hanya untuk menyakitiku
Kasih
Mungkin kau bukan yang dulu lagi
Dan apa arti cinta kita ini
Jika ada dia
Kasih mengertilah
Tentang perasaan yang teluka ini
Tapi mengapa
Kau membuatku terjatuh
Dan terjatuh kembali
Kasih kini aku sadari
Meskipun kau telah menyakitiku
Tapi hatiku masih memaafkan mu
tapi ku coba untuk melupan kamu
tapi kutak bisa
karena hati ini ada yang menerangi
yaitu jalan hatimu
RINDU MASIH MILIKMU
Ketikah semilir angin pagi
Yang berhembus terlintas di bayang ku
Aku merasakan akan kehadiran mu
Seolah – olah kau ada di dekatku
Kasih aku masih di sini
Duduk termenung menatap angin
Di angkasa yang tertutup mendung
Yang begitu gelap dan kelam
Kasih entah sampai kapan aku disini
Terpenjara dalam sepih
Namu ku tak bisa membelaimu
Karena kamu jau di sebrang sana
Kasih walau pun kau jauh
Dan hanya bayangn mu
Yang selalu ku ingat
Aku tetap menyayangi mu
• Jiwa akan sepih tanpa cinta
Hati akan mati tanpa pelukan
Kamu akan sesat tanpa tujuan
Cinta akan hampa tanpa kasih sayang
Perhatian dan penantian akan sisasia tanpa kesetiaan
TENTANG KITA
Ingatkah waktu dulu kita bersamah
Dalam suka maupun duka
Kita tertawa bersama
Bercanda bersama
Tapi itu hanyalah
Cerita kita tentang dulu
Sekarang kamu bersama dia
Membangun kasih yang baru
Sebegituh cepatkah kamu melupakan ku
Aku di sini menangis
Tapi kamu hanya bisa
Tertawa tebahak – bahak
Melihatku menangis.......
• Setitik cinta hanya untuk kamu
Dan daging kasih sayang untuk mu
Bubumbu yang ingin
Lebih dekat dengan kamu
Dan satukan ayam panggang
Dengan bumbu kasih sayang.....!!!!!!!!!
MENANTI YANG TAK PASTI
Malam yang semakin larut
Alam pun mulai sunyi
Namunku duduk sendiri
Menanti dirimu yang tak pasti
Dan hanya bulan dan bintang
Yang tetap setia menemani ku
Seolah aku melihat kamu di antara mereka
Kasih mungkinkah
Yang kurasakan saat ini
Hanya kehampaan yang terus menemani
Dan sepih yang terus merajut di dalam minmpi
Dan hanya kebosanan yang datang dan pergi
Kasih sampai kapan
Aku terus menanti dan menanti
Aku menanti cinta yang suci
Mennanti cinta yang lama ku tunggu
Namun yang ku temui adalah
Sepih dan kebosanan
• Aku punya dua buah mata yang tak selamanya bisa melihatmu
Aku punya dua buah tangn yang tak selamanya bisa menyentuhmu
Aku punya dua buah kaki yang tak selamanya bisa berjalan dengan mu
Tapi aku punya satu hati yang selalu bersamamu
SESUATU YANG BERARTI
Jika bukan karena mata hari
Siang takan menjadi terang
Jika bukan karena bulan dan bintang
Malam takan menjadi indah
Jika bukan karena sahabat
Hidup ini tersa sepih
Jika bukan karena kekasih
Hidup ini takan pernah berarti
PENYESALANKU
Ingin rasanya ku mendapatkan kamu lagi
Ingin rasanya ragaku ada di hatimu
Ingin rasanya nama ku terukir di hati mu
Aku sangat menyesal......
Karena aku telah meninggalkan cintaku
Meninggalkan semua rasa sayangku padamu
Mungkin karena aku telah membuatmu terluka
Betapaku merasakan kesedihan hati mu
Betapa bodoh nya aku melepaskan cintamu
Kasih jangnlah bersedih
Jangan lah kau patah hati
Biarkan waktu mempertemukan kita lagi.......!!!!!
KULAH AKU
Jika ada seribu orang
Yang mengenalmu aku salah satunya
Jika ada seratus orang
Yang menyayangi kamu
Aku di antaranya
Jika ada sepuluh orang
Yang suka sama kamu
Akulah orang yang pertama
Jika ada satu orang
Yang sangat mencintai kamu
Itulah aku......
Sepatah mengatakan
Love will more.... lovelywhen be adornea
By be tears ????
Sungguh aku tak mengerti
Apa yang terjadi dengan smua ini
Hati tersi pu pilu
Menanti sejuknya
Tetesan embun pagi
Entah kapan semuanya kembali
Hinggah jiwa ini....
Terlelep dan bermimpi
Dan kenyamanan sebuah hati
PILUKEHADIRAN
Kehadiranmu........
Membuat damai di hatiku
Walau terkadangkurasakan
Hati ini tak menentu
Kehadiranmu.....
Yang selalu ku tunggu
Dan kurindu
Ku ingin di sampingmu
Setiap saat, setiap detik
Dan setiap waktu
Tapi kutau
Itu semua takan mungkin
Kehadiranmu......
Yang membuatku mengerti
Akan adanya
Seseorang yang sangat berarti
Di hati..... sanubari
Dan di dalam hidupku
Semoga kehadiranmu
Kan selalu membawa
Cahaya terang di hatiku
Minggu, 03 Maret 2013
DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI
LISENSI : E-book
ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis
dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan
untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima
kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats
di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama
penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat
disebutkan satu persatu.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku
baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada
waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan
dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian
besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba
terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar
lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal,
sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu
buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku
tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah
membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri
pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi.
Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku
tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku
membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan
dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca
dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.
EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata
penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku,
kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan,
perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya
ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang
mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya
dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena
cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena
cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam
memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak
gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema
cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku
bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang
kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul
Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.
DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI
LISENSI : E-book
ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis
dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan
untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima
kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats
di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama
penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat
disebutkan satu persatu.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku
baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada
waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan
dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian
besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba
terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar
lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal,
sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu
buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku
tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah
membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri
pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi.
Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku
tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku
membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan
dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca
dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.
EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata
penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku,
kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan,
perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya
ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang
mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya
dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena
cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena
cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam
memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak
gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema
cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku
bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang
kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul
Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.
DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI
LISENSI : E-book
ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis
dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan
untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima
kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats
di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama
penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat
disebutkan satu persatu.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku
baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada
waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan
dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian
besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba
terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar
lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal,
sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu
buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku
tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah
membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri
pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi.
Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku
tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku
membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan
dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca
dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.
EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata
penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku,
kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan,
perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya
ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!
EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang
mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya
dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena
cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena
cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam
memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak
gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema
cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku
bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang
kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul
Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.
Buletin Syi@R Islam
Alhamdulillah Telah Terbit!
Semenjak dulu, aku memang bercita-cita
membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari
keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat
sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak
dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami,
disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun
bisa juga untuk menikmatinya.
Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir.
Sebenarnya, ‘kelahiran’ buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004
lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size
(33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai
tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya).
Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain
kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan
lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor
yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.
Ketika aku kembali ke Indramayu tahun
2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka
mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti
dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya
buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun
2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi
dua), namun isinya masih tetap sama. Hanya terbit beberapa edisi dan
selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan
tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai
kapan.
Bulan November 2008, aku membuka akun
blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog.
Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan
berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak.
Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku
mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat
yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara
langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu
banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali
buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku
jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat
buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih.
Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar
kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong
(pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini, aku begitu termotivasi. Subhanallah…
Maka tekadku kembali menyala untuk
menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan
format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi
dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu
dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa
dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu.
Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri.
Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru,
mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan
setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini
pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu
yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya
(semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa
fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya
pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama
mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
- Mesjid NURUL HUDA, Mundu
- Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
- Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
- Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
- Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul
Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin
setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan
ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan
Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga
penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada
donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh),
untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca
semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk
kehidupan. Amiin….
Kendala-kendala yang kami dihadapi:
- Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
- Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
- Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.
Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]
Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283
e-mail : pondok.hati@yahoo.com
(4) Buletin Syi@R Islam
Alhamdulillah Telah Terbit!
Semenjak dulu, aku memang bercita-cita
membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari
keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat
sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak
dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami,
disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun
bisa juga untuk menikmatinya.
Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir.
Sebenarnya, ‘kelahiran’ buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004
lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size
(33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai
tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya).
Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain
kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan
lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor
yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.
Ketika aku kembali ke Indramayu tahun
2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka
mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti
dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya
buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun
2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi
dua), namun isinya masih tetap sama. Hanya terbit beberapa edisi dan
selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan
tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai
kapan.
Bulan November 2008, aku membuka akun
blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog.
Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan
berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak.
Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku
mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat
yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara
langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu
banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali
buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku
jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat
buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih.
Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar
kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong
(pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini, aku begitu termotivasi. Subhanallah…
Maka tekadku kembali menyala untuk
menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan
format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi
dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu
dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa
dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu.
Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri.
Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru,
mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan
setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini
pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu
yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya
(semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa
fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya
pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama
mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
- Mesjid NURUL HUDA, Mundu
- Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
- Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
- Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
- Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul
Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin
setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan
ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan
Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga
penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada
donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh),
untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca
semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk
kehidupan. Amiin….
Kendala-kendala yang kami dihadapi:
- Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
- Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
- Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.
Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]
Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283
e-mail : pondok.hati@yahoo.com
(4) Buletin Syi@R Islam
Alhamdulillah Telah Terbit!
Semenjak dulu, aku memang bercita-cita
membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari
keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat
sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak
dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami,
disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun
bisa juga untuk menikmatinya.
Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir.
Sebenarnya, ‘kelahiran’ buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004
lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size
(33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai
tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya).
Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain
kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan
lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor
yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.
Ketika aku kembali ke Indramayu tahun
2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka
mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti
dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya
buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun
2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi
dua), namun isinya masih tetap sama. Hanya terbit beberapa edisi dan
selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan
tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai
kapan.
Bulan November 2008, aku membuka akun
blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog.
Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan
berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak.
Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku
mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat
yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara
langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu
banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali
buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku
jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat
buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih.
Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar
kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong
(pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini, aku begitu termotivasi. Subhanallah…
Maka tekadku kembali menyala untuk
menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan
format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi
dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu
dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa
dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu.
Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri.
Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru,
mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan
setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini
pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu
yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya
(semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa
fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya
pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama
mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
- Mesjid NURUL HUDA, Mundu
- Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
- Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
- Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
- Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul
Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin
setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan
ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan
Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga
penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada
donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh),
untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca
semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk
kehidupan. Amiin….
Kendala-kendala yang kami dihadapi:
- Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
- Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
- Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.
Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]
Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283
e-mail : pondok.hati@yahoo.com
SMART for Success
| http://pondokhati.wordpress.com/2013/01/06/smart-for-success/#more-2067 |
S = Specific. Artinya spesifik. Untuk
sukses, kita harus spesifik, apa mau kita. ini menunjukkan arah dan
tujuan yang ingin dicapai. Ungkapan, “Saya pengin jadi orang kaya!” itu
mungkin terlalu umum. Cari yang lebih spesifik, misalnya “Saya ingin
jadi penulis” (kalo ini sih salah satu contoh impian saya, hehe…) atau
cari yang lebih spesifik dari itu.
M = Measurable artinya terukur. Mampu
tidak kita untuk mencapainya. Apakah kita punya alat-alat untuk mencapai
tujuan kita menjadi seorang penulis, misalnya hobi baca buku, suka
menulis banyak hal sekalipun dalam buku harian, suka memperhatikan
sekitar kita, atau apapun itu.
A = Achievable artinya dapat dicapai.
Semakin mudah atau sederhana suatu keinginan tentu akan semakin besar
peluangnya untuk tercapai. Tetapi jangan berhenti pada hal-hal yang
kecil. Teruslah untuk bermimpi sepanjang kita merasa mampu untuk
mencapainya.
R = Realistic artinya realistik. Impian
kesuksesan kita selain terukur tentu harus realistik untuk kita capai.
Boleh punya impian selangit dan terkesan tidak mungkin, tetapi
impian-impian yang lebih realistik tentu akan lebih cepat tercapai.
Sekali lagi, boleh kita untuk memiliki impian yang tinggi, sepanjang
kita masih mempunyai semangat tinggi untuk mencapainya.
T = Time artinya jangka waktu. Ini
penting. Kita pengin sukses, tapi tak tahu kapan terjadi? Dengan
memberikan jangka waktu, kita seperti terpacu untuk bisa mencapainya
dengan sekuat tenaga. Misalnya, 1 tahun dari sekarang saya harus punya
minimal satu buku. Ini tentu lebih membuat kita terpacu untuk segera
mencapai target. Memang sih, semua perlu proses dan waktu akan menjawab
semua tanya kita tentang arti kesuksesan.
Aha. Penjelasan Dedy ini bikin saya
angguk-angguk geleng-geleng. Bagi saya ini sebuah pengetahuan baru yang
bisa kita coba untuk terapkan. Apapun mimpi kita, apapun keinginan kita.
Banyak yang harus saya benahi terutama soal “time” atau “target jangka
waktu”, dan musuh bebuyutan bernama “kemalasan”. Saya mulai menata hati,
niat dan semangat. Saya pun mulai belajar untuk menulis ulang resolusi
saya tahun ini dengan metode smart. Bagaimana menurut anda? Semoga
bermanfaat.
In the rama you, 060113 (rewrite)
Kehitamanku
Lalu, terbit inginku untuk melawanmu,
menaklukkan diri sendiri. “Aku harus bisa!” kataku dengan tekad baja.
Lagi, bagai hukum III Newton, setiap aksiku sebesar reaksimu. Aku kalah!
Ribuan ampun kumohon pada-Nya atas segala
dosa yang memasir, sebanyak itupula aku kembali lupa dan mengulang
kesalahan yang sama. Menghitamkan diriku. Menodakan putihku.
Duhai Rabbi, hanya kepada-Mu kuserahkan
diriku. Malu kusebut namaku kepada-Mu. Begitu banyak hitam dalam diriku,
dan Engkau masih saja memberi rahmat-Mu tanpa henti. Betapa luas
karunia-Mu untuk hamba yang hina ini.
Dalam diam, aku merenung. Tangisku pecah, “Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
T-u-h-a-n, ampuni aku…
in the rama you,
031106/291012/150213 Sumber : http://pondokhati.wordpress.com/?ref=spelling
031106/291012/150213 Sumber : http://pondokhati.wordpress.com/?ref=spelling
Minggu, 20 Januari 2013
Jumat, 11 Januari 2013
Penyesalan
Kau tlh tncApkn luka dhtiq
mmbKz pRIh msiH trSA. .
Ku cbA mREdm mua yg trjdI. .
Nmun tetap sja q tak bsa. .
Mngkn trllu dlm skit yg kinI q rsa
q mnYSAl tlH mNcntaimu. .
mua nEY bknlh yg q hrapn kau brkn cnta sSAat Tukq
trnyta q slh mNlai drmu mMng kau tak pntz mNjdi mliku
stlh q tau siapa drmu. .
Smkin bsR kbncianq.
Msah sdh harapn 2 brSMa. .
TibALH ahiR sbuah crta. .
mmbKz pRIh msiH trSA. .
Ku cbA mREdm mua yg trjdI. .
Nmun tetap sja q tak bsa. .
Mngkn trllu dlm skit yg kinI q rsa
q mnYSAl tlH mNcntaimu. .
mua nEY bknlh yg q hrapn kau brkn cnta sSAat Tukq
trnyta q slh mNlai drmu mMng kau tak pntz mNjdi mliku
stlh q tau siapa drmu. .
Smkin bsR kbncianq.
Msah sdh harapn 2 brSMa. .
TibALH ahiR sbuah crta. .
M0tto hidupku
Jgnlah kau mbrikn sSWTu eanG Tak pSti kRN MmbwT Ss0rgkn mrSkn pEdiHy rSa akId hAti. .
Dan jGnlAH Kau bRhrP SswTu eAnG TAk pSTi krN PD AKHRykn sngaT MnYkidkn
Dan jGnlAH Kau bRhrP SswTu eAnG TAk pSTi krN PD AKHRykn sngaT MnYkidkn
it will be
Oleh Nurlatifah Afni pada 27 Oktober 2012 pukul 20:10 ·
Verse 1:
There’s nothing I could say to you
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me
All the pain, the tears I cried
Still you never said goodbye and now I know
How far you’d go
Refrain:
I know I let you down
But it’s not like that now
This time I’ll never let you go
Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life, I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Verse 2:
I thought that I had everything
I didn’t know what life could bring
But now I see, honestly
You’re the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe, coz you’re here with me
Refrain:
And if I let you down
I’ll turn it all around
Coz I will never let you go
Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life, I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Bridge:
Coz without you I can’t sleep
I’m not gonna ever, ever let you leave
You’re all I’ve got, you’re all I want
Yeah…
And without you I don’t know what I’d do
I can never, ever live a day without you
Here with me, do you see,
You’re all I need
Chorus:
And I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life (my life), I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
And all my life, you know I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay (more)
There’s nothing I could say to you
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me
All the pain, the tears I cried
Still you never said goodbye and now I know
How far you’d go
Refrain:
I know I let you down
But it’s not like that now
This time I’ll never let you go
Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life, I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Verse 2:
I thought that I had everything
I didn’t know what life could bring
But now I see, honestly
You’re the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe, coz you’re here with me
Refrain:
And if I let you down
I’ll turn it all around
Coz I will never let you go
Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life, I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Bridge:
Coz without you I can’t sleep
I’m not gonna ever, ever let you leave
You’re all I’ve got, you’re all I want
Yeah…
And without you I don’t know what I’d do
I can never, ever live a day without you
Here with me, do you see,
You’re all I need
Chorus:
And I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life (my life), I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
And all my life, you know I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay (more)
Tasya - Beranjak Dewasa
01. Say No
02. Sehari Tak Cukup Sekali
03. Hadiah
04. Tinggal Bilang
05. Ibu Apa Kabar
06. Dor...Dor...Dor...
07. Ingin Lihat Kamu Langsung
08. Dia Ku Pilih
09. Hipnotize
10. Dag Dig Dug
11. Kau Pergi Saja
12. Beranjak Dewasa
Selasa, 08 Januari 2013
Sabtu, 05 Januari 2013
Selasa, 01 Januari 2013
Johary
Selamat Datang di Tainan Selamat Menyaksikan Slideshow: Johary@ymail.co.id’s trip to 3 cities including Indonesia was created with TripAdvisor TripWow!
Kamis, 27 Desember 2012
Rabu, 26 Desember 2012
Rabu, 19 Desember 2012
Katakanlah Cinta Kepada Istrimu
Dari gesture-nya aku tahu pasti: dia ingin menyampaikan sesuatu.
"Ada apa tho? Mbok terus terang saja, jangan ditahan, nanti malah bikin stres lho!"
Aku memecah keheningan suasana malam itu.
"Tapi Mas jangan marah lho ya!" pinta istriku dengan serius.
"Astaghfirullahal adziim… Belum - belum kok sudah su'udhon sama suami gitu… "
"Aku mau cerita kalau Mas janji nggak marah… " masih serius dia memohon, menambah penasaranku akan apa yang akan dia sampaikan.
"Baiklah, insya Allah aku tidak akan marah."
"Sebenarnya Mas ini sayang sama Dik Rani nggak sih, Mas?" Prolognya mengejutkanku. Dan klasik sekali, tipikal laki laki di negeri ini, aku menjawab dengan:
"Mengapa kau bertanya begitu?"
"Tuh, kan! Mas marah, kan... "
"Tetapi mengapa kau bertanya begitu? Mengapa?!" Egoku sebagai laki laki meninggi.
"Kalau Mas marah gitu aku nggak jadi cerita..." Dengan sedikit menggeser badannya dari tempat ia duduk, dan dengan mimiknya yang seolah tanpa dosa itu, ia seakan hafal bagaimana menaklukkanku.
"Baiklah... Mengapa kau bertanya begitu?" Aku tetap tidak menjawab pertanyaannya.
Entah mengapa, laki laki di negeri kami amat jarang mengungkapkan kata-kata cinta bahkan kepada istrinya sekalipun. Bahkan ketika ditanya dengan pertanyaan segamblang itupun, terasa kelu lidah ini untuk sekedar menjawab, "Aku sayang padamu, Dik..."
Bagi kami, para laki - laki, cinta tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata. Cinta adalah memberikan kepada orang orang yang kami cintai apa yang mereka butuhkan. Cinta adalah bekerja keras membanting tulang mencari nafkah untuk diberikan kepada anak, istri dan orang tercinta kami. Cinta itu demikian kuat, demikian dalam, demikian terang memancar dari dalam hati kami hingga kami sangat yakin bahwa rasa cinta itu sanggup menembus hati istri - istri kami meskipun tidak pernah kami ucapkan.
Kuatnya keyakinan itu membuat kami memaksa istri - istri kami memahami hal itu: Jangan pernah kalian tanyakan cinta kami, sebab cinta kami adalah cinta murni, bukan cinta basa basi dengan penuh kata kata puisi. Cinta kami adalah dengan memberi bukti, bukan obral janji.
Maka ketika cinta ditanyakan, bahkan ketika belum dipertanyakan, bagi kami terdengar sebagai sebuah vonis: engkau belum bisa memberikan yang terbaik untukku!
Itulah kami, para lelaki. Pertanyaan sederhana yang hanya membutuhkan jawaban sederhana: ya atau tidak, menjadi sebuah pertanyaan kompleks yang kental dengan beratus prejudice: Mas tidak cinta kepadaku karena nafkah yang mas berikan sedikit; atau: Mas tidak cinta kepadaku karena banyak permintaanku yang belum Mas penuhi; atau Mas tidak cinta kepadaku karena aku lihat akhir akhir ini sering pulang terlambat... dst.
"Mas harus jawab dulu pertanyaan dik Rani, sebenarnya Mas sayang nggak sama dik Rani?" Mimiknya mulai serius.
Penasaran dengan background pertanyaan itu, aku melunak:
Baiklah, dik! Mas Anto sayang banget sama dik Rani.
Bener?!
Betul!
Terima kasih, mas Anto! Sekilas kulihat rona merah di pipi istri tercintaku.
Suasana menjadi agak hening. Aku menjadi kikuk. Belum pernah aku alami fragmen itu sepanjang pernikahan kami yang sudah menghasilkan dua anak ini. Kayak di sinetron saja, pikirku. Aku termasuk orang yang berpendapat kisah - kisah dalam sinetron adalah kisah di dunia lain. Dunia nyata harus berbeda dengan dunia sinetron.
"Sekarang gantian mas Anto yang tanya. Mengapa Dik Rani bertanya seperti itu?" Aku memecah keheningan sesaat itu
"Dik Rani bersedia menjawab asalkan Mas Anto janji dulu."
"Janji apa?"
"Janji nggak marah setelah mendengar jawaban dik Rani."
Jiwa kelelakianku kembali terusik. Pasti jawabannya tidak menyenangkan dan pasti mengundang kemarahanku.
Tetapi kali ini, karena rasa penasaranku yang semakin menjadi – jadi, aku bisa mengontrol diri, dan menjawab:
"Mas Anto janji nggak akan marah..".
Tentu saja kata kata itu hanya untuk mempercepat aku memperoleh jawaban dari istriku, mengapa ia bertanya seperti itu.
"Mas, Dik Rani sudah tidak tahan lagi untuk tidak mengungkapkan hal ini..."
Prolognya mengakselerasi degup jantungku.
"Dalam sebulan ini Dik Rani beberapa kali bermimpi. Dan dalam dua minggu terakhir ini mimpi itu semakin sering hadir dalam tidur Dik Rani.
Dalam mimpi – mimpi itu dik Rani bertemu dengan teman teman laki – laki sekelas dik Rani waktu SD, SMP dan SMA.. Orangnya lain – lain, tetapi mimpinya sama, Mas...! "
Rani berhenti bercerita. Matanya mulai berkaca – kaca. Kalimatnya menjadi bergetar di akhir kalimat..
Setelah menyeka air matanya yang mulai mengalir, ia melanjutkan ceritanya.
"Dalam mimpi - mimpi itu selalu saja teman - teman Dik Rani bilang..."
Ia berhenti lagi. Air matanya semakin deras
"Mereka bilang, aku sayang sama kamu, Rani!....". Tangisnya pun pecah mengiringi kalimat terakhirnya itu.
Bagai disambar petir kepala ini. Seluruh darahku terasa naik ke kepala.
Aku marah bukan kepalang. Aku cemburu. Dan sejurus kemudian, aku
menghakimi: Dasar istri tak tahu diuntung! Punya suami baik – baik kayak gini kok malah membayangkan laki – laki lain. Bagaimana tidak? Darimana datangnya mimpi - mimpi itu kalau tidak dari angan angan yang kuat?
Seakan tahu pasti bakal reaksiku, si Rani istriku segera membela diri.
"Tapi, Mas! Demi Allah! Dik Rani tidak pernah mengingat ingat mereka, apalagi membayangkan mereka! Sungguh, Mas! Demi Allah!"
Aku tetap diam menahan marah.
"Lihatlah, Mas! Kalau memang dik Rani membayangkan mereka, tidak mungkin dik Rani bilang ke Mas Anto seperti ini!"
Kalimat terakhir ini sedikit memancing logikaku bekerja, setelah beberapa saat mati total karena seluruh energiku terkuras ke emosiku. Tetapi kemarahanku sudah terlanjur mencapai puncaknya. Kemarahan memang membuat logika tidak bisa bekerja. Untungnya aku segera tersadar. Teringat perintah Rasulullah SAW, aku segera mengambil wudhu. Kemarahanku sedikit mereda. Tapi belum benar – benar padam. Seperti biasa, jika marah aku terdiam dan tidak mau melihat wajah istriku.
Meskipun masih satu ranjang, malam itu kami tidur saling menghadapkan punggung; posisi tidur yang diccela oleh Rasulullah SAW.
Malam itu barangkali adalah malam terburuk sepanjang sejarah pernikahanku dengan Rani, adik angkatan di bangku kuliahku. Seperti layaknya pernikahan para aktifis masjid di kampus, kami diperkenalkan, dan dijodohkan oleh ustadz kami. Pernikahan kami adalah pernikahan gaya baru untuk ukuran masyarakat kami. Kami tidak melewati masa masa pacaran. Begitu diperkenalkan, kemudian ada chemistry di antara kami, tahapan selanjutnya adalah langsung ke jenjang pernikahan. Pesta pernikahan kami pun sederhana. Maklum, kami menikah sebelum kuliah kami selesai. Kami tidak ingin membebani orang tua kami dengan biaya pernikahan yang sangat tinggi, sementara kami belum mandiri secara finansial.
Hari demi hari, bulan demi bulan kami menjalani kehidupan rumah tangga kami. Dua anak pun sudah dikaruniakan kepada kami. Sebelum lulus kuliah, aku bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar terkemuka. Di samping itu aku juga melayani les privat untuk tetangga rumah kontrakanku. Setelah lulus aku bekerja pada sebuah perusahaan engineering consultant. Sementara itu Rani sibuk dengan dua jagoan kami yang memang masih membutuhkan ibunya full – time; Rani tidak bekerja. Saya yakin model keluarga kami adalah tipikal keluarga aktifis dakwah kampus.
Hingga kejadian malam itu, aku merasa Allah telah menjadikan keluarga kami menjadi tauladan bagi pasangan muda di komunitas kami. Setidaknya itulah yang pernah kudengar dari beberapa temanku. Aku merasa menjadi laki laki paling bahagia di muka bumi. Kami tampak selalu rukun, tampak harmonis, dan bisa dibilang tidak ada pesoalan rumah tangga yang serius di keluarga kami. Tidak ada persoalan finansial, komunikasi antar pasangan, atau persoalan tidak segera mendapat momongan; tiga persoalan utama yang sering kami temui di keluarga teman - teman kami. Tetapi pengakuan Rani malam itu sungguh membuat aku merasa hancur. Kebahagian yang selama ini aku banggakan ternyata hanyalah kebahagiaan semu. Aku merasa gagal. Keharmonisan keluarga kami yang dilihat orang ternyata nol besar. Aku merasa sedih, karena ternyata aku gagal melihat kenyataan bahkan ketika kenyataan itu adalah kehidupanku sendiri.
"Ustadz, bisa minta waktu sebentar, saya ada persoalan yang ingin saya diskusikan dengan ustadz."
"Persoalan apa?"
"Masalah rumah tangga, ustadz!"
"Mau nikah lagi?"
"Ah, enggak ustadz! Saya sedang ada persoalan dengan Rani."
"Baik, nanti malam ba'da 'isya' insya Allah saya ada di rumah."
"Jazaakallahu khairan, Ustadz!"
"Amiin, walakum."
Ustadz Rahmat adalah salah satu ustadz kami. Di kalangan aktifis, beliau terkenal sebagai ustadz spesialisasi rumah tangga. Beliau menjadi perantara pernikahan hampir semua aktifis. Beliau juga biasa menjadi rujukan teman – teman ketika mendapat persoalan dalam kehidupan rumah tangga. Pagi itu, setelah acara ta'lim pagi yang biasa diselenggarakan di masjid kampus, saya membuat perjanjian dengan beliau untuk mengkonsultasikan premasalahan yang sedang saya hadapi.
"He he he.... . Anto..., Anto.!" Ustadz Rahmat tersenyum setelah mendengar penuturanku tentang mimpi - mimpi Rani; termasuk juga kecemburuanku dan perasaan kegagalanku.
" Aku tidak mengira, ternyata kau dan Rani yang selama ini tampak harmonis ternyata punya masalah juga. Sebenarnya ini masalah klasik, dan sederhana sekali. Bahkan sudah sering menjadi tema dalam kajian – kajian. Jadi... sekali lagi saya terkejut juga mendengar penuturanmu. "
Aku terdiam. Aku mencoba mengingat ingat materi kajian yang pernah kuikuti. Tetapi aku tidak mendapatkan satupun yang relevan dengan kasusku.
"Coba ambil kitab riyadhus-shalihin di rak buku itu!" ustadz Rahmat memintaku mengambil kitab riyadhus shalihin terjemahan bersampul biru di rak buku di belakangku. Tidak sulit aku mendapatkannya. Riyadhus shalihin adalah kitab kumpulan hadits yang biasa kami telaah, baik di pengajian - pengajian rutin maupun bacaan kedua di rumah tangga setelah AlQur'an.
"Bab berapa ustadz?" Seperti biasa, kamilah yang beliau minta membuka dan membaca sendiri ayat atau hadits yang ada di dalam sebuah kitab, ketika beliau ingin mengajari kami sesuatu.
"Coba buka bab keutamaan cinta karena Allah, di jilid I. Kira kira halaman 300-an. Sedemikian seringnya kitab itu dijadikan rujukan, ustadz Rahmat hafal betul letak halamannya."
Dan, terbukalah halaman 317, tertulis judul: Pasal: Keutamaan cinta karena Allah, dan menganjurkan serta memberitahu kepada Allah, dan orang yang dicinta karena Allah, dan jawaban orang yang diberitahu.
"Sudah ketemu?"
"Sudah, Ustadz!"
"Coba kamu baca hadits terakhir dari Pasal itu!"
"Baik, Ustadz!"
Aku balik lembar demi lembar, dan sampailah mataku tertuju hadits nomor 11, hadits terkahir dari Pasal keutamaan cinta karena Allah.
"Anas r.a. berkata: Ada seseorang duduk di sisi Nabi SAW, tiba tiba lewatlah seorang laki – laki, dan berkatalah orang yang duduk di sisi Nabi SAW tersebut: "Wahai Rasulullah, sungguh saya sangat menyayangi orang itu." Nabi SAW bertanya, "Apakah sudah kauberitahu padanya, bahwa kau cinta kasih kepadanya?" Jawabnya: "Belum.". Lantas bersabda Nabi SAW: "Beritahulah ia!". Maka dikejarnya orang itu dan berkatalah ia kepadanya, "Sungguh, demi Allah, Aku sayang cinta kepadamu!". Maka orang itu menjawab, "Semoga Allah menyayangi dan mencintaimu, sebagaimana kau mencintaiku karena Dia." (HR. Abu Dawud).
Aku terdiam setelah membaca hadits itu. Aku tertegun, seakan akan hadits itu baru saja aku baca. Padahal, secara logika, seharusnya hadits itu seharusnya sudah aku baca dan aku pelajari, sebab sudah dua kali aku mengkhatamkan riyadhus shalihin. Tak terasa, air mata meleleh membasahi pipiku.
"Anto,..." Ustadz Rahmat memecahkan keheningan sesaat itu. "Berapa kali kau sampaikan kepada istrimu bahwa kau mencintainya karena Allah?"
Aku terdiam. Sejurus kemudian aku menjawab, "Belum pernah, Ustadz!"
"Anto, ketahuilah, wahai saudaraku; manusia tidak bisa membaca kata hati manusia yang lain. Tidak pula dengan malaikat. Hanya Allah dan kitalah yang tahu isi hati kita masing – masing. Karena itulah, Rasulullah mengajarkan kepada kita, kalau kita mencintai seseorang karena Allah, maka sampaikan kepadanya bahwa kita mencintainya. Apalagi dengan istri – istri kita."
"Tetapi, ustadz, tidak cukupkah perbuatan dan kebaikan saya kepada istri saya selama ini menjadi bukti cinta saya kepadanya?"
"He he he... . Seharusnya sudah cukup. Paling tidak menurut pikiranmu.
Tetapi tidak menurut Rasulullah SAW, sebagaimana hadits yang barusan kaubaca. Ingatlah, wahai Anto, Allah menciptakan manusia berbeda – beda. Jangan kau samaratakan semua orang. Jangan kau anggap semua manusia memiliki nalar dan perasaan seperti yang kau punya. Apalagi wanita, Anto! Mereka adalah makhluk Allah yang penuh misteri. Bahkan Allah swt sampai membuat surat An-Nisa' di dalam AlQur'an, seakan mengingatkan kepada kita untuk berhati – hati bergaul dengan mereka. Wanita itu, wahai Anto, diciptakan Allah dengan sifat sifat kelembutan dan kasih sayang. Perasaan mereka lebih lembut dan lebih sensitif dibandingkan kita para lelaki. Mereka butuh kasih sayang, dan ungkapan kasih sayang dengan kata kata adalah salah satu kebutuhan dasar mereka. Sesungguhnya kita para lelakipun memiliki kebutuhan dasar itu, namun tidak sekuat kebutuhan para wanita. Tahukah kau apa yang terjadi pada Rani istrimu? Hatinya gersang akan ungkapan kasih sayang. Ibarat tanah di musim kemarau yang merindukan datangnya hujan, hati rani sudah bertahun tahun tidak pernah disiram dengan kata kata kasih sayang. Seharusnya kau yang menyiram hatinya dengan untaian kata kasih sayang. Namun karena kau egois dan menganggap bahwa kau tidak perlu mengungkapkan perasaanmu, maka orang lainlah yang menyirami hati Rani yang gersang itu. Saya yakin, Rani benar dengan pengakuannya bahwa ia tidak membayangkan kawan – kawan masa lalunya. Mimpi – mimpi itu muncul dari alam bawah sadar Rani yang sudah sedemikian kering dan haus akan siraman ungkapan kasih sayang."
Aku merasa amat bodoh di hadapan ustadz Rahmat. Aku tidak bisa berkata apa – apa.
"Sekarang, pulanglah, mintalah maaf kepada istrimu, dan sampaikan padanya, bahwa demi Allah, kau mencintainya. Insya Allah mimpi – mimpi itu tak kan pernah datang lagi dalam tidur Rani."
Sejenak kemudian aku mohon pamit dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Ustadz Rahmat. Dan, seperti biasa, ustadz Rahmat melepas kepergianku hingga pintu gerbang pagar rumah beliau, dan selalu dengan senyum khas beliau itu: senyum khas seorang Ustadz Rahmat.
Malam itu barangkali akan menjadi malam terindahku dengan istriku. Sulit kulukiskan dengan kata – kata, bagaimana malam itu, untuk pertama kalinya setelah hampir lima tahun menikah dengannya, aku ucapkan, "Demi Allah, Aku mencintaimu, Rani!" Bagaimana reaksi Rani, bagaimana syahdunya suasana malam itu biarlah menjadi kenangan kami sendiri. Aku tidak kuasa melukiskannya dengan kata – kata, sebab kalimat apapun yang kupilih, tidak bisa menggambarkan indahnya suasana malam itu.
Dan Alhamdulillah, setelah malam itu, Rani tidak lagi dihampiri teman – teman lamanya dalam tidurnya.
Abadikanlah cinta kami dalam ridhaMu, ya Allah!
Nilagraha, Mei 2008
Nama – nama dalam tulisan di atas adalah fiktif, namun kisahnya adalah kisah nyata sebagaimana dituturkan pelaku kepada penulis. Keluarga "Anto dan Rani" sekarang tinggal di sebuah kota di Jawa Tengah, dan hingga kini dikaruniai 5 orang anak.
SILAHKAN PILIH TAHUN LAHIR MU SOB
SILAHKAN PILIH TAHUN LAHIR MU SOB →
♣
► 1988
- 1989
♣
► 1990
- 1991
... ♣
► 1992
- 1993
♣
► 1994
- 1995
♣
► 1996
- 1997
♣
► 1998
- 1999
♣
► 2000
- 2001
♣
KLIK TULISAN BIRU-NYA,, LALU SUKAI HALAMANNYA.
MAKA KAMU BISA CARI PASANGAN SERASI KAMU DISANA.
♣
GABUNG
DISINI ►Aku
Cinta Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)



