Selasa, 16 April 2013

PENYESALANKU


Ingin rasanya ku mendapatkan kamu lagi
Ingin rasanya ragaku ada di hatimu
Ingin rasanya nama ku terukir di hati mu
Aku sangat menyesal......
    Karena aku telah meninggalkan cintaku
    Meninggalkan semua rasa sayangku padamu
    Mungkin karena aku telah membuatmu terluka
    Betapaku merasakan kesedihan hati mu
Betapa bodoh nya aku melepaskan cintamu
Kasih jangnlah bersedih
Jangan lah kau patah hati
Biarkan waktu mempertemukan kita lagi.......!!!!!

KULAH AKU


Jika ada seribu orang
Yang mengenalmu aku salah satunya
Jika ada seratus orang
Yang menyayangi kamu
Aku di antaranya
    Jika ada sepuluh orang
    Yang suka sama kamu
    Akulah orang yang pertama
    Jika ada satu orang
    Yang sangat mencintai kamu
    Itulah aku......
Sepatah mengatakan
Love will more.... lovelywhen be adornea
By be tears ????
    Sungguh aku tak mengerti
    Apa yang terjadi dengan smua ini
    Hati tersi pu pilu
    Menanti sejuknya
    Tetesan embun pagi
Entah kapan semuanya kembali
Hinggah jiwa ini....
Terlelep dan bermimpi
Dan kenyamanan sebuah hati

PILUKEHADIRAN


Kehadiranmu........
Membuat damai di hatiku
Walau terkadangkurasakan
Hati ini tak menentu
    Kehadiranmu.....
    Yang selalu ku tunggu
    Dan kurindu
Ku ingin di sampingmu
Setiap saat, setiap detik
Dan setiap waktu
Tapi kutau
Itu semua takan mungkin
    Kehadiranmu......
    Yang membuatku mengerti
    Akan adanya
    Seseorang yang sangat berarti
Di hati..... sanubari
Dan di dalam hidupku
Semoga kehadiranmu
Kan selalu membawa
Cahaya terang di hatiku


Minggu, 03 Maret 2013

DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI


LISENSI : E-book ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu.

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK

Judul Ebook : Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal, sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI

Judul Ebook : Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi. Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.

EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)

Cover menunggu bintang jatuh3Judul Ebook : Menunggu Bintang Jatuh

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku, kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan, perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA

cover bukan sekadar cintaJudul Ebook : Seri Aku dan Buku:  Bukan Sekadar Cinta

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.

DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI


LISENSI : E-book ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu.

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK

Judul Ebook : Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal, sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI

Judul Ebook : Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi. Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.

EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)

Cover menunggu bintang jatuh3Judul Ebook : Menunggu Bintang Jatuh

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku, kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan, perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA

cover bukan sekadar cintaJudul Ebook : Seri Aku dan Buku:  Bukan Sekadar Cinta

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.

DOWNLOAD EBOOK GRATIS BY PONDOK HATI

LISENSI : E-book ini dapat anda baca secara gratis sebagai bentuk amal jariyah penulis dalam meramaikan khazanah literasi di Indonesia. Anda diperbolehkan untuk menyebarkan e-book ini bukan untuk tujuan komersil (non-profit) dan tidak untuk diperjualbelikan dengan syarat tidak menghapus atau merubah sedikit pun isi (content), nama penulis dan pernyataan lisensi dalam e-book ini.
THANKS TO : Terima kasih kami kepada Allah Swt, Rasulullah, keluarga, para guru, sahabats di dunia maya dan nyata, para blogger, facebooker, temans sesama penulis, google, wordpress, para pembaca dan semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu.

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SEJENAK ANAK-ANAK

Judul Ebook : Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak
Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Aku mencintai buku. Aku suka aroma buku baru. Fiksi, Faksi, Non Fiksi yang menarik, semua kubaca. Ketika ada waktu luang, beberapa buku yang berhasil kubaca tersebut kutuangkan dalam sebuah tulisan. Ya, semacam pengalaman membaca gitu lah. Sebagian besar tulisan itu telah kuposting di blog. Sampai akhirnya, tiba-tiba terbit inginku menjadikan tulisan-tulisan itu menjadi bentuk buku agar lebih nyaman ketika dibaca. Aku ingin buku-buku ini tidak terlalu tebal, sehingga hanya berisi sepuluh tulisan saja. Isinya tidak melulu buku-buku yang pernah kubaca, tetapi sesekali diselipi dengan pendapatku tentang dunia perbukuan. Aku hanya ingin berbagi, tak lebih. Aku sudah membayangkan, buku-buku ini akan terbagi menjadi beberapa seri. Dan seri pertama ini, berjudul “Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak”.

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: SKETSA NEGERI MIMPI

Judul Ebook : Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Mei 2012
Download : di sini
Alhamdulillah, setelah berhasil menyelesaikan seri pertama buku Seri Aku dan Buku: Sejenak Anak-anak, akhirnya aku menyelesaikan juga seri kedua buku yang kali ini diberi judul Seri Aku dan Buku: Sketsa Negeri Mimpi. Jika di buku pertama, aku membahas lima buku fiksi dan lima tulisanku tentang pengalamanku di dunia baca tulis, maka di seri kedua ini, aku membahas tujuh buku fiksi dan tiga buku non fiksi. Judul-judul tulisan dalam buku ini sengaja disamakan dengan judul buku yang telah kubaca dengan tujuan agar lebih mudah dikenali.

EBOOK MENUNGGU BINTANG JATUH (ANTOLOGI EKSPRESI)

Cover menunggu bintang jatuh3Judul Ebook : Menunggu Bintang Jatuh

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Oktober 2005 (cet. 1); Mei 2012 (cet. 2)
Download : di sini
Ini bukan puisi. Ini hanya kata-kata penuh ekspresi. Dari seorang anak manusia bernama diriku. Tentang aku, kau dan kita. Tentang diri, cinta, penantian, harapan, persahabatan, perpisahan, realita yang bermuara pada satu kata: perenungan. Aku hanya ingin berbagi. Tak lebih. Aku merenung, maka Aku pun (harus tetap) ada!

EBOOK SERI AKU DAN BUKU: BUKAN SEKADAR CINTA

cover bukan sekadar cintaJudul Ebook : Seri Aku dan Buku:  Bukan Sekadar Cinta

Penulis : Ibnu Atoirahman
Penerbit : NUbuxu dan Pondok Hati
Terbit : Januari 2013
Download : di sini
Cinta adalah fitrah. Siapapun yang mengaku makhluk Allah pasti punya cinta. Hewan membesarkan anaknya dengan cinta. Allah menciptakan makhluk dengan cinta. Dunia aman karena cinta. Bahkan, kita pun terlahir karena cinta. Pendek kata, semua karena cinta. Namun seringkali cinta telah ternodai, akibat salah dalam memaknai cinta itu sendiri. Jadinya, kalo kita ngomongin cinta pasti deh sasarannya adalah sepasang muda mudi yang lagi memadu kasih. Padahal cinta kan luas, gak cuma model cinta kayak gitu. Nah, di seri yang ketiga ini, aku membaca enam buku fiksi bertema cinta yang dibalut dengan berjuta rasa yang tak biasa. Selain buku-buku bertema cinta, aku juga menyelipkan empat buku faksi tentang kisah-kisah sederhana yang sarat makna. Makanya, buku ini aku beri judul Seri Aku dan Buku: Bukan Sekadar Cinta.

Buletin Syi@R Islam


Alhamdulillah Telah Terbit!


Semenjak dulu, aku memang bercita-cita membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami, disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun bisa juga untuk menikmatinya.

Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir. Sebenarnya, ‘kelahiran’  buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004 lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size (33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya). Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.

Ketika aku kembali ke Indramayu tahun 2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun 2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi dua), namun isinya masih tetap sama.  Hanya terbit beberapa edisi dan selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai kapan.

Bulan November 2008, aku membuka akun blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog. Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak. Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih. Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong (pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini,  aku begitu termotivasi. Subhanallah…

Maka tekadku kembali menyala untuk menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu. Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri. Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru, mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya (semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
  1. Mesjid NURUL HUDA, Mundu
  2. Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
  3. Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
  4. Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
  5. Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul

Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh), untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk kehidupan. Amiin….

Kendala-kendala  yang kami dihadapi:
  1. Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
  2. Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
  3. Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.

Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]

Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283

(4) Buletin Syi@R Islam


Alhamdulillah Telah Terbit!


Semenjak dulu, aku memang bercita-cita membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami, disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun bisa juga untuk menikmatinya.

Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir. Sebenarnya, ‘kelahiran’  buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004 lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size (33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya). Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.

Ketika aku kembali ke Indramayu tahun 2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun 2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi dua), namun isinya masih tetap sama.  Hanya terbit beberapa edisi dan selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai kapan.

Bulan November 2008, aku membuka akun blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog. Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak. Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih. Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong (pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini,  aku begitu termotivasi. Subhanallah…

Maka tekadku kembali menyala untuk menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu. Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri. Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru, mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya (semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
  1. Mesjid NURUL HUDA, Mundu
  2. Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
  3. Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
  4. Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
  5. Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul

Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh), untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk kehidupan. Amiin….

Kendala-kendala  yang kami dihadapi:
  1. Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
  2. Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
  3. Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.

Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]

Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283

(4) Buletin Syi@R Islam

Alhamdulillah Telah Terbit!


Semenjak dulu, aku memang bercita-cita membuat sebuah buletin jum’at yang sedikit berbeda. Berangkat dari keprihatinan pergaulan remaja saat ini, maka aku berinisiatif membuat sebuah buletin yang bisa dibaca para remaja dan para pemuda beranjak dewasa. Isinya pun bukanlah hal-hal yang rumit namun tetap islami, disampaikan dengan bahasa yang cukup meremaja, namun para orang tua pun bisa juga untuk menikmatinya.

Jadilah Buletin Syi@R ISLAM pun lahir. Sebenarnya, ‘kelahiran’  buletin ini sudah lama, sekitar tahun 2004 lalu, sewaktu aku masih ada di Bogor. Dulu, formatnya adalah kertas HVS custom size (33 cm). Isinya pun macam-macam, disajikan dengan gaya yang santai tetapi tetap menyampaikan pesan dakwah secara islami (sesuai namanya). Hanya saja, waktu itu aku masih belum serius menjalankannya. Selain kendala dana (aku menerbitkannya menggunakan dana sendiri) dan kesibukan lain, baru sempat beredar beberapa edisi saja di masjid-masjid Bogor yang kusinggahi untuk shalat Jum’at, setelah itu hilang entah kemana.

Ketika aku kembali ke Indramayu tahun 2005, keinginan untuk melanjutkan buletin itu muncul kembali. Maka mulailah aku menerbitkannya kembali. Formatnya masih tetap sama seperti dulu. Namun lagi-lagi karena kendala biaya dan sumber daya, akhirnya buletin itu pun antara hidup dan mati sampai tahun 2008. Mulai tahun 2007, buletin ini terbit dengan format yang lebih kecil (HVS 33cm dibagi dua), namun isinya masih tetap sama.  Hanya terbit beberapa edisi dan selalu terlihat ‘aktif’ hanya pada bulan Ramadhan atau bulan-bulan tertentu saja. Hingga akhirnya, buletin ini pun mati suri, entah sampai kapan.

Bulan November 2008, aku membuka akun blog di wordpress. Semenjak itu, aku mulai aktif menulis di blog. Gara-gara blog, gairah menulisku kembali bangkit. Beberapa jenis tulisan berhasil aku buat, walaupun jumlahnya masih belum terlalu banyak. Selain itu, tahun 2009 aku mulai ikutan facebook. Tahun 2010 ini, aku mulai ikut menjadi teman facebook dengan beberapa penulis-penulis hebat yang karyanya hanya bisa kubaca tanpa bisa melihat orangnya secara langsung. Dari mereka, aku banyak belajar. Dari mereka, aku jadi tahu banyak hal. Maka semangatku kembali berkobar untuk menghidupkan kembali buletin Syi@R ISLAM yang telah lama mati suri (He..he kasian ya!). Aku jadi tahu, ternyata penulis terkenal Kang O. Solihin juga membuat buletin remaja GAULISLAM juga dengan dana pribadi. Wah, persis nih. Hanya bedanya, Kang O. Solihin tetap eksis dan buletin-nya udah beredar kemana-mana. Tekadku semakin kuat ketika membaca status Mas Gol A Gong (pendiri Rumah Dunia): “sesuatu yang biasa jika dikerjakan dengan profesional akan menjadi sesuatu yang luar biasa!”. Gara-gara kata-kata ini,  aku begitu termotivasi. Subhanallah…

Maka tekadku kembali menyala untuk menghidupkan kembali buletin yang telah lama mati suri ini. Dengan format yang masih tetap sama dengan tahun 2007, buletin ini aku isi dengan dua judul tulisan. Tulisan utama yang membahas tema-tema tertentu dan satu tulisan lagi tentang resensi singkat buku-buku yang bisa dipinjam gratis di PONDOK HATI Reading park/Taman Bacaan di Indramayu. Jika masih ada ruang, aku juga mengisinya dengan selingan humor santri. Judul bagian atas buletin ini pun telah aku ganti dengan wajah baru, mengusung motto ‘Menggoreskan Pena, Menggugah Dunia”. Dan setelah semua persiapan selesai, akhirnya dengan izin Allah, buletin ini pun terbit juga pada Jum’at 21 Mei 2010 melanjutkan edisi terdahulu yang sempat berhenti di tengah jalan. Meski dengan dana seadanya (semuanya masih swadaya pribadi), aku perbanyak buletin ini dengan jasa fotocopy (sebanyak 55 lembar, jadinya 110 eksemplar) dan mengedarkannya pada mesjid-mesjid terdekat di wilayah Karangampel. Berikut nama-nama mesjid yang bisa menikmati buletin ini:
  1. Mesjid NURUL HUDA, Mundu
  2. Mesjid AL IKHLAS, Dukuh Jeruk
  3. Mesjid SHIROTHOL MUSTAQIEM, Dukuh Tengah
  4. Mesjid MUJAHIDIN, Karangampel
  5. Mesjid DARUSSALAM, Karangampel Kidul

Alhamdulillah, buletin ini terbit rutin setiap jum’at. Semoga bisa tetap bertahan dan bisa memperluas jangkauan ke mesjid-mesjid lain. Doakan ya. Terima kasih untuk Kang O. Solihin dan Mas Gol A Gong atas semangat dan inspirasinya tiada henti. Juga penulis-penulis hebat lainnya di akun Facebook. Terima kasih juga kepada donatur yang memberi dana (ada juga yang sempat memberi dana loh) dan relawan pendistribusian (ditunggu loh), untuk kelangsungan buletin ini. Terima kasih juga untuk pembaca semuanya. Semoga semua yang kita lakukan ini berkah dan bermanfaat untuk kehidupan. Amiin….

Kendala-kendala  yang kami dihadapi:
  1. Kami kekurangan donatur untuk memperluas jangkauan buletin ke mesjid-mesjid lain. Sejauh ini, dana yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi. Aku anggap semua itu adalah shodaqoh (katanya shodaqoh akan dibalas sepuluh kali lipat). Alhamdulillah, setiap uang yang kukeluarkan untuk membiayai penerbitan buletin ini cepat diganti oleh Allah berkali lipat jumlahnya. Aku bisa membuktikan bahwa shodaqoh yang tidak besar ini ternyata memberikan keberkahan keuangan bagi kami. Terbukti dari penerbitan buletin yang sampai saat ini masih tetap berjalan (sudah masuk ke Edisi 10). Bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kelangsungan buletin ini, kami sangat berterima kasih. Hanya dengan Rp. 5000,- anda bisa menyumbang penerbitan buletin ini sebanyak 35 eksemplar. Rencana ke depan, kami ingin buletin ini diperbanyak melalui percetakan, bukan difotocopy. Mohon doanya, ya.
  2. Kami kekurangan relawan untuk mendistribusikan buletin. Alhamdulillah, sebelumnya hanya diriku yang bekerja dalam ‘proyek ibadah’ ini, sekarang aku dibantu oleh Muhammad Nur Khozin, Asep Saefullah, Wargi menjalankan buletin ini. Rencana ke depan, jika dana telah mencukupi, oplah buletin ini akan aku tambah dengan menyebarkankannya pada mesjid-mesjid lain. Tentu saja perlu relawan yang siap tidak dibayar untuk hal ini. Maka jika ada yang berkeinginan untuk menjadi relawan yang mendistribusikan buletin ini, kami juga sangat berterima kasih. Ditunggu, loh.
  3. Jika anda jauh dari jangkauan kami (kami di Karangampel, Indramayu) dan berniat untuk menyebarkan buletin ini secara gratis (tentu dengan dana swadaya anda sendiri), anda bisa mengirim email ke pondok.hati@yahoo.com (dengan subject: BULETIN SYi@R ISLAM). Kami akan kirimkan softcopy-nya (ebook berupa file pdf) ke email anda, dan nama anda akan tercatat sebagai bagian dari staff distribusi buletin ini. Tentu saja dengan syarat buletin ini diperbanyak tidak untuk diperjual belikan, tetapi dibagikan gratis kepada pihak-pihak yang menginginkan, terutama untuk masjid-masjid disekitar wilayah anda berada. Dengan demikian, ada pun secara tidak langsung menjadi donatur dan relawan sekaligus seperti kami.

Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam kehidupan. Menyebarkan dakwah Islam lewat tulisan (Dakwah Bil Qolam). Mari bershodaqoh, lalu perhatikan apa yang terjadi! [Hehe.. kata-kata terakhirnya meniru Pak Mario Teguh]

Wassalam,
PONDOK HATI Reading Park/Taman Bacaan
Jl. Simpang 3 Mundu Rt. 14/07 Kec. Karangampel Kab. Indramayu 45283

SMART for Success

success
http://pondokhati.wordpress.com/2013/01/06/smart-for-success/#more-2067
Dalam sebuah acara di televisi, secara tak sengaja saya mendengar sebuah kata-kata menarik yang diungkapkan Deddy Corbuzier. Kata-kata itu ternyata menjadi kata-kata penutup acara talkshow Hitam Putih hari itu. Deddy mengatakan, kunci mencapai kesuksesan adalah SMART. Selain berarti cerdas/pintar, “smart” yang satu ini ternyata merupakan sebuah akronim. S.M.A.R.T berarti :
S = Specific. Artinya spesifik. Untuk sukses, kita harus spesifik, apa mau kita. ini menunjukkan arah dan tujuan yang ingin dicapai. Ungkapan, “Saya pengin jadi orang kaya!” itu mungkin terlalu umum. Cari yang lebih spesifik, misalnya “Saya ingin jadi penulis” (kalo ini sih salah satu contoh impian saya, hehe…) atau cari yang lebih spesifik dari itu.
M = Measurable artinya terukur. Mampu tidak kita untuk mencapainya. Apakah kita punya alat-alat untuk mencapai tujuan kita menjadi seorang penulis, misalnya hobi baca buku, suka menulis banyak hal sekalipun dalam buku harian, suka memperhatikan sekitar kita, atau apapun itu.

A = Achievable artinya dapat dicapai. Semakin mudah atau sederhana suatu keinginan tentu akan semakin besar peluangnya untuk tercapai. Tetapi jangan berhenti pada hal-hal yang kecil. Teruslah untuk bermimpi sepanjang kita merasa mampu untuk mencapainya.
R = Realistic artinya realistik. Impian kesuksesan kita selain terukur tentu harus realistik untuk kita capai. Boleh punya impian selangit dan terkesan tidak mungkin, tetapi impian-impian yang lebih realistik tentu akan lebih cepat tercapai. Sekali lagi, boleh kita untuk memiliki impian yang tinggi, sepanjang kita masih mempunyai semangat tinggi untuk mencapainya.
T = Time artinya jangka waktu. Ini penting. Kita pengin sukses, tapi tak tahu kapan terjadi? Dengan memberikan jangka waktu, kita seperti terpacu untuk bisa mencapainya dengan sekuat tenaga. Misalnya, 1 tahun dari sekarang saya harus punya minimal satu buku. Ini tentu lebih membuat kita terpacu untuk segera mencapai target. Memang sih, semua perlu proses dan waktu akan menjawab semua tanya kita tentang arti kesuksesan.
Aha. Penjelasan Dedy ini bikin saya angguk-angguk geleng-geleng. Bagi saya ini sebuah pengetahuan baru yang bisa kita coba untuk terapkan. Apapun mimpi kita, apapun keinginan kita. Banyak yang harus saya benahi terutama soal “time” atau “target jangka waktu”, dan musuh bebuyutan bernama “kemalasan”. Saya mulai menata hati, niat dan semangat. Saya pun mulai belajar untuk menulis ulang resolusi saya tahun ini dengan metode smart. Bagaimana menurut anda? Semoga bermanfaat.
In the rama you, 060113 (rewrite)

Kehitamanku

islam Aku pernah hitam. Dalam kelam, aku tertipu diriku yang semu. Baluran keinginan menggema, menarikku, lalu menyeret jiwaku yang rapuh menuju lubang keresahan tak berkepastian. Sesal pun datang di bayang belakang. Terus berulang. Memaksaku menjadi sehitam arang, sehitam kelam.
Lalu, terbit inginku untuk melawanmu, menaklukkan diri sendiri. “Aku harus bisa!” kataku dengan tekad baja. Lagi, bagai hukum III Newton, setiap aksiku sebesar reaksimu. Aku kalah!
Ribuan ampun kumohon pada-Nya atas segala dosa yang memasir, sebanyak itupula aku kembali lupa dan mengulang kesalahan yang sama. Menghitamkan diriku. Menodakan putihku.
Duhai Rabbi, hanya kepada-Mu kuserahkan diriku. Malu kusebut namaku kepada-Mu. Begitu banyak hitam dalam diriku, dan Engkau masih saja memberi rahmat-Mu tanpa henti. Betapa luas karunia-Mu untuk hamba yang hina ini.
Dalam diam, aku merenung. Tangisku pecah, “Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”
T-u-h-a-n, ampuni aku…
in the rama you,
031106/291012/150213 Sumber : http://pondokhati.wordpress.com/?ref=spelling

Jumat, 11 Januari 2013

Penyesalan

Oleh Titih Cmile pada 22 Juli 2009 pukul 10:09 ·
 
Kau tlh tncApkn luka dhtiq
mmbKz pRIh msiH trSA. .
Ku cbA mREdm mua yg trjdI. .
Nmun tetap sja q tak bsa. .
Mngkn trllu dlm skit yg kinI q rsa
q mnYSAl tlH mNcntaimu. .
mua nEY bknlh yg q hrapn kau brkn cnta sSAat Tukq
trnyta q slh mNlai drmu mMng kau tak pntz mNjdi mliku
stlh q tau siapa drmu. .
Smkin bsR kbncianq.
Msah sdh harapn 2 brSMa. .
TibALH ahiR sbuah crta. .
Suka · · Bagikan

M0tto hidupku

Oleh Titih Cmile pada 23 Juli 2009 pukul 7:27 ·
 
Jgnlah kau mbrikn sSWTu eanG Tak pSti kRN MmbwT Ss0rgkn mrSkn pEdiHy rSa akId hAti. .
Dan jGnlAH Kau bRhrP SswTu eAnG TAk pSTi krN PD AKHRykn sngaT MnYkidkn

it will be

Oleh Nurlatifah Afni pada 27 Oktober 2012 pukul 20:10 ·
Verse 1:
There’s nothing I could say to you
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me

All the pain, the tears I cried
Still you never said goodbye and now I know
How far you’d go

Refrain:
I know I let you down
But it’s not like that now
This time I’ll never let you go

Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life, I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay

Verse 2:
I thought that I had everything
I didn’t know what life could bring
But now I see, honestly

You’re the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe, coz you’re here with me

Refrain:
And if I let you down
I’ll turn it all around
Coz I will never let you go

Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart
All my life, I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay

Bridge:
Coz without you I can’t sleep
I’m not gonna ever, ever let you leave
You’re all I’ve got, you’re all I want
Yeah…

And without you I don’t know what I’d do
I can never, ever live a day without you
Here with me, do you see,
You’re all I need

Chorus:
And I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart

All my life (my life), I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay

Chorus:
I will be, all that you want
And get myself together
Coz you keep me from falling apart

And all my life, you know I’ll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay (more)
 

Tasya - Beranjak Dewasa

 




01. Say No
02. Sehari Tak Cukup Sekali
03. Hadiah
04. Tinggal Bilang
05. Ibu Apa Kabar
06. Dor...Dor...Dor...
07. Ingin Lihat Kamu Langsung
08. Dia Ku Pilih
09. Hipnotize
10. Dag Dig Dug
11. Kau Pergi Saja
12. Beranjak Dewasa

Selasa, 01 Januari 2013