Jumat, 19 Oktober 2012

"Mati Rasa"

Tatkala langit perlahan menghitam
Membutakan hati yg terbalut sepi
Ribuan kelip bintangpun tak mampu berikan cahaya
Angin datang sejukan luka
Bukan damai yg kudapat melainkan hampa
Dekapan erat sang malaikat membawa diri dalam hambar yg abadi.

Pesona memudar ketika Senja terkikis malam
Gelap serta menutupi kerinduan
Belaian iblis mengikat erat rasaku
Seolah nafas tah berhembus lagi.
Bagai fatamorganana ditengah gurun Sahara
Hambar hati dalam sepi menerpa luka berbias duka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar