Jumat, 19 Oktober 2012

Harus kah aq berkorban

BAwalnya kita cuma temen ,, sering brcanda bareng k kantin bareng ,, dan atpapun selalu bareng ,, dan saat itu wkt mabis pun dtng aq dan dy mngajar d suatu gugus yg brbeda ,, mngkin krna dia orang.a asyik ,, adek klas bnyk yg nanya" tntang dy ,, d situ ajh udh kliatan klo dy th bnyk yank suka -,- ada 1 orang ade klas cwe cakep bgt lgih ,, dy nulis d krtas kesan ,, dy nlis gni "to ka _ _n_ _ : kak aq ska sma kk ,, kk th org.a baik lucu ,, ganteng " WHATT !! TERNYATA SI ADEK YG CANTIK IT SUKA SMA DY :'( jdi pesimis dluan kan gw :( udah pcaran ama dy tpi si ade cantik it trnyt ska ma dy :( apa gw hrus nglepasin dy demi si adek it ? Ya allahh :'( gk tega ngliat sie adek it sedih TAPI juga gk bsa nglepasin dy bwt org lain :( gmna ini ya alloh :'(

rahasia

Sebelum Meninggal, Dia Mengatakan "Aku Mencium Bau Surga” (renungan hari Jum'at) Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuuuh.... Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu’anha bahwa Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.” Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah…angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud.” Seorang Doktor bercerita kepadaku, “Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya? Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa? Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau surga.’ Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta Subhanallahu wa Ta’ala. Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala, ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27). Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.” Ia melanjutkan kisahnya, “Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama. ♥ Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah. ♥ Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku. ♥ Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam. Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah. Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai… Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya? Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga. Ayahnya berkata, : ‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU’.” Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman, : ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32). Subhanallah... MAHA BENAR ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, dengan segala firman-NYA... ♥ Semoga bisa diambil hikmahnya ♥ Wassalamualaikum Warahamtullahi Wabarakatuuh Foto: Sebelum Meninggal, Dia Mengatakan "Aku Mencium Bau Surga” (renungan hari Jum'at) Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuuuh.... Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu’anha bahwa Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.” Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah…angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud.” Seorang Doktor bercerita kepadaku, “Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya? Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa? Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau surga.’ Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, ‘Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ‘ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta Subhanallahu wa Ta’ala. Allahu Akbar… apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala, ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ (Ibrahim: 27). Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.” Ia melanjutkan kisahnya, “Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama. ♥ Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah. ♥ Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku. ♥ Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam. Subhanallah… sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah. Saudara-saudara tercinta… kisah belum selesai… Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya? Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga. Ayahnya berkata, : ‘Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU’.” Aku katakan, “Maha benar Allah yang berfirman, : ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.’ (Fushshilat: 30-32). Subhanallah... MAHA BENAR ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, dengan segala firman-NYA... ♥ Semoga bisa diambil hikmahnya ♥ Wassalamualaikum Warahamtullahi Wabarakatuuh 248Suka · · Bagikan

templet putra setia

http://www.chirayusoft.com/images/Download_button.png

#Dihari Jum'at, Para Malaikat Duduk di Depan Pintu Masjid#


Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila hari Jumat datang, para malaikat duduk di depan pintu masjid-masjid. Mereka mencatat setiap orang yang datang sesuai dengan waktu kedatangan mereka. Ada orang yang seperti berkurban unta, ada yang seperti berkurban sapi, ada yang seperti berkurban kambing, ada yang seperti berkurban ayam, ada yang seperti berkurban burung, dan ada yang seperti berkurban telur. Ketika muazin melakukan azan dan imam sudah duduk di mimbar maka buku catatan ditutup dan mereka masuk masjid, mendengarkan khotbah.”

(H.r. Ahmad; sanadnya dinilai hasan oleh Syu’aib Al-Arnauth)

sosok haty

Selamat Siang sahabat, Bagi yang sempat membaca tulisan ini sempatkanlah waktunya sejenak untuk hadir disini agar anda termasuk bagian dari yang berdoa memohon kepada Allah agar diberi 9 pintu kebaikan untuk kita.

"Allahumaftah lana abwabal khairi wa abwabal barakati wa abwaban ni'mati wa abwabarrizki wa abwabal kuwati wabwabash shihhati wa abwabas salamati wa abwabal afiyati wa abwabal jannati"

"Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu nikmat, pintu rizki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu kebugaran, pintu surga"

Aamiin..

----------
Jika ada doa khusus yang Anda butuhkan bagi keadaan Anda dan keluarga hari ini, mohon sertakan doa Anda agar kami semua turut mengaminkannya.

Jangan lupa sertakan "Like" dan "Amiin" dikomentar anda,agar anda termasuk dari bagian yang kami doa-kan, semoga Allah SWT berkenan dan menyegerakan doa-doa yang kita panjatkan. Aamiin

soleha

Jika mau mendapatkan sosok yang SOLEH,
kurangkan "agenda mencari yang Shalih".
Tetapi BERUSAHALAH menjadi pribadi SHALIHAH!

Jika inginkan sosok yang SHALIHAH,
janganlah cerewet mencari si Shalihah.
Tetapi berusahalah menjadi pribadi yang SHALIH !

Bertemu yg shalihah,
shalihahnyanya dia belum tentu kekal.
Bertemu yg shalih,
shalihnya boleh saja ia berubah.

Karena kodratnya hati, bergelombang, pasang surut dan sering terbawa arus, maka dari itu yuk belajar memperbaiki diri, menhindari yang namanya khalwat karena pacaran dan berusaha menjaga diri dalam kesendirian mencari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi belajar mendewasakan diri, karena menikah bukan semata mata melepas masa lajang namun dituntut secara cerdas keras dan tuntas di segala aspek untuk mewujudkan keluarga SaMaRa, bukannya tanpa konflik, tapi jadikan setiap masalah sebagai modal kita memperbaiki diri ke depannya
Belajar dari dini, manajemen hati, manajemen emosi juga manajemen konflik

Karena si shalih & shalihah adalah insan BIASA.
Pernikahan adalah sebagian daripada proses untuk MENJADI, Bukannya MENCARI !!!

So,... mari kita "Membangun Rumah Tangga" mulai dari sekarang!!!
Benahi diri, mulai dr saat sendiri, hingga Allah mempertemukan kita dengan jodoh terbaik dr sisi NYA untuk kita,.....

semoga Bermanfaat Insya Allah
salam Jum'ah mubarok
Foto: Jika mau mendapatkan sosok yang SOLEH,
kurangkan "agenda mencari yang Shalih".
Tetapi BERUSAHALAH menjadi pribadi SHALIHAH!

Jika inginkan sosok yang SHALIHAH,
janganlah cerewet mencari si Shalihah.
Tetapi berusahalah menjadi pribadi yang SHALIH !

Bertemu yg shalihah,
shalihahnyanya dia belum tentu kekal.
Bertemu yg shalih,
shalihnya boleh saja ia berubah.

Karena kodratnya hati, bergelombang, pasang surut dan sering terbawa arus, maka dari itu yuk belajar memperbaiki diri, menhindari yang namanya khalwat karena pacaran dan berusaha menjaga diri dalam kesendirian mencari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi belajar mendewasakan diri, karena menikah bukan semata mata melepas masa lajang namun dituntut secara cerdas keras dan tuntas di segala aspek untuk mewujudkan keluarga SaMaRa, bukannya tanpa konflik, tapi jadikan setiap masalah sebagai modal kita memperbaiki diri ke depannya
Belajar dari dini, manajemen hati, manajemen emosi juga manajemen konflik

Karena si shalih & shalihah adalah insan BIASA.
Pernikahan adalah sebagian daripada proses untuk MENJADI, Bukannya MENCARI !!!

So,... mari kita "Membangun Rumah Tangga" mulai dari sekarang!!!
Benahi diri, mulai dr saat sendiri, hingga Allah mempertemukan kita dengan jodoh terbaik dr sisi NYA untuk kita,.....

semoga Bermanfaat Insya Allah 
salam Jum'ah mubarok

Kepada para ikhwan



Bagi para ikhwan, ketahuilah sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan SEOrang istri? Ayolah, j
angan ikhlaskan wanita–wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki – laki yang tak baik agamanya.

Ingat bahwa Allah akan menolong SEOrang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Allah...
Foto: Kepada para ikhwan

Bagi para ikhwan, ketahuilah sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan SEOrang istri? Ayolah, jangan ikhlaskan wanita–wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki – laki yang tak baik agamanya.

Ingat bahwa Allah akan menolong SEOrang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Allah...

~"Mutiara Air Mata Muslimah"~

Bismillaahirrohmaanirro hiim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Allaah subhaanahu wata`ala. menolak satu doa Rosuullullaahi shollallaahu a`laihi wasallam,
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SAHABAT DAN ANAK-ANAKKU FILLAAH SEKALIAN...

'Amir bin Said dari bapanya berkata bahawa : "Satu Rosuullullaahi shollallaahu a`laihi wasallam, telah datang dari daerah berbukit.
Apabila Rosuullullaahi shollallaahu a`laihi wasallam, sampai di masjid Bani Mu'awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan sholat dua rokaat.
Maka kami pun turut sholat bersama dengan Rosuullullaahi shollallaahu a`laihi wasallam, Kemudian Rosuullullaahi shollallaahu a`laihi wasallam, berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allaah subhaanahu wata`ala,
Setelah selesai beliau berdoa maka Rosuullullaahi shollallaahu a`laihi wasallam, pun berpaling kepada kami lalu Beliau bersabda yang bermaksud :
*Aku telah bermohon kepada Allaah subhaanahu wata`ala. Tiga perkara, dalam tiga perkara itu cuma dia (Allaah) memperkenankan dua perkara sahaja dan satu lagi ditolak.

1. Aku telah bermohon kepada Allaah subhaanahu wata`ala. supaya ia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allaah subhaanahu wata`ala.

2. Aku telah bermohon kepada Allaah subhaanahu wata`ala. supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh a.s.). Permohonanku ini telah diperkenankan oleh Allaah subhaanahu wata`ala.

3. Aku telah bermohon kepada Allaah subhaanahu wata`ala. supaya umatku tidak dibinasakan kerana pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku telah tidak diperkenankan (telah ditolak).

Apa yang kita lihat hari ini ialah negara-negara Islam sendiri bergaduh antara satu sama lain, hari ini orang Islam bergaduh sesama sendiri, orang kafir menepuk tangan dari belakang, apakah ini yang kita semua suka untuk melihatnya ?
Tepuk Dada Tanya IMan...

WALLAAHUA`LAM...BISSHOWAB...Yang baik semuanya Untuk Allaah... dan mana ada kesalahan dan kesilapan pada tulisan itu adalah dari Sifat Kelemahan saya sendiri sebagai Makhluk-NYA.... Hanya Kepada-NYAlah akan saya memohon Keampunan dengan sepenuhnya.. Insya Allaah... aamiin...

SILAKAN DITAG/SHARE BUAT TEMAN-TEMAN SEMOGA BERMANFAAT, INSYA ALLAAH.... AMIIN...

WABILLAAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH, WASSALAAMU A`LAIKUM WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH,

~Wanitaku Penghebatku~

ahun 2012 tepatnya pada bulan April hari Kamis malam Jum'at, Ibu saya melahirkan anak perempuan kedua. Sehingga saya waktu itu mempunyai dua saudara wanita. Sebelum waktu kelahiran adik saya, terlihat mukanya yang begitu penyabar. Yah, menahan rasa sakit yang rasanya menyayat badan. Tidak saya bayangkan waktu itu, kalau-kalau Ibu saya harus melahirkannya di rumah sakit persalinan. Oksigen yang terkandung pada paru-paru Ibu saya tersendat sehingga tidak kuat lagi untuk menarik nafas sebagai penguat bagi keluarnya sang cabang bayi. Sore-sore sekali, saya dan Ibu saya beserta Pa Supir dan bidan langsung ke rumah sakit bersalin hanya untuk menyelamatkan sang bayi. Betapa paniknya, subhanaallah wal hamdulillah Allahuakbar. Panik, bingung, khawatir, takut ada apa-apa dengan Ibu saya dan rasa-rasa lain yang tercampur aduk jadi satu.

Tinggal 10 Km lagi menuju rumah sakit, mobilnya tiba-tiba macet. Waduh tambah tidak karuan, semua yang ada di dalam mobil benar-benar panik banget. Melihat wajah ibu saya yang memucat, badan serasa tidak mau jauh-jauh dari Ibu. Mudah-mudahan Allah menolong Ibuku, doa saya waktu itu. Mata yang tidak bisa bohong ini, mengeluarkan tetesan airnya. Berusaha untuk tidak diketahui oleh Ibu saya, sesegera saya mengusapnya. Dalam hati berkata, inilah tanggung jawab seorang lelaki, yang harus mampu mengimami disaat apapun.

Alhamdulillah, akhirnya menyala juga mesin mobilnya. Ayu jalan lagi, kata Pak Sopir. Ayu Pak, kata saya.

...............

Sampai di rumah sakit pukul 17.55 wib. Ibu saya langsung dibawa ke tempat persalinan. Dan juga langsung di infus. Dengan sikap saya yang masih  seorang anak SMA kelas 2. Masya Allah!!! Tambah menegangkan. Wah, bener-bener ini bukan hal yang sepele, ini sudah menyangkut nyawa! Ya Allah selamatkanlah Ibu saya. Karena paniknya sahabat.

Allahuakbar! Ternyata membutuhkan 3 jam untuk mengeluarkan si cabang bayi dari kandungan. Bukan main, bagaimana dengan energi Ibu saya?  Alhamdulillah, Allah menyelamatkan Ibu saya. Tepat pukul 21.15 si cabang bayi keluar dari kandungan Ibu saya. Dengan selamat sentosa tanpa harus menyesar Ibu saya. Terharu, bangga dengan pengorbanan Ibu saya dan benar-benar ini adalah hal terluarbiasa juga teristimewa dalam hidup saya merasakan langsung tentang perjuangan Ibu untuk anaknya.

................

Sahabat tahukan? Bahwa Ibu kita adalah penyelamat atas hidup kita yang oleh Allah dijadikan sebagai perantara hidup. Memang ini naluri seorang Ibu untuk anaknya, tapi apakah kita enggan mencoba untuk menghargai perjuangannya? Merelakan nyawa untuk kehidupan kita. Sungguh tidak sebanding dengan sebesar apapun materi yang diberikan ke Ibu kita dari hasil jerih payah kita. Semoga Allah senantiasa melindungi Ibu kita dimanapun ia berada, dikuatkannya imannya dan Allah merahmatinya.

Dengan perjalanan hidup saya yang satu ini terlintas sebuah perasaan yang menyatakan, "Wanitaku Penghebatku". Darinya kita diajarkan sebuah kebikan-kebaikan, mengenalkan kita dengan Allah, Tuhan kita,  dibimbingnya kita untuk membaca ayat-ayatnya, diajarkannya kita untuk menjadi pribadi yang penyabar, penyantun, peramah dan penderma.

Kita sadari, dengan keberadaan Ibu kita di dunia ini menghebatkan hidup kita yang sebenarnya. Karena izin-Nya berada pada izin Ibu kita, merefleksikan dalam hidup kita bahwa dengan Ibu kita, kita dapat dihebatkan oleh Allah langsung. Cepat seperti kilat yang menyambar.

Yuk sekarang kita sama-sama belajar untuk mengindahkan kehidupan ini untuk dihadihkannya kepada Ibu kita yang telah melahirkan kita di dunia ini. Karena Ibu adalah Wanitaku Penghebatku.

~Masalahku, Sahabat Terbaikku~


Banyak orang-orang yang hidupnya tergelimpung oleh masalah-masalah yang menjadikan hidupnya terasa terbebani olehnya. Namun, seharusbya kita sadari. Sebenarnya masalah yang selalu terjadi dalam hidup kita adalah sahabat terbaik kita, yang membuat berubah menjadi lebih baik, membuat pribadi yang tangguh, dan membuat hidup lebih tertantang. Seperti yang dikatakan oleh guru saya sewaktu masih SMP, “kalau hidup tidak ada masalah, hidup rasanya tidak nikmat.”

Apakah dengan tidak diberikan masalah, hidup kita akan lebih baik? Padahal kalau hidup tidak ditemani dengan masalah, seperinya hidup ini hampa yah dan terasa bosan hidup. Karena hidup tidak ada tantangan, tidak ada koreksi diri untuk perubahan kearah yang lebih baik, dan tidak ada warna hidup (hidupnya seperti itu-itu saja). Dapat dibayangkan bukan? Hidupnya adem ayem (nyaman tidak ada masalah).

Apakah kita hidup tidak mau ditemani oleh masalah?

Kalau kita menjawab, iya! Bahwa hidup kita tidak mau ditemani oleh masalah, alangkah baiknya kita tidak usah hidup. Bener gak? Kalau kita mati masalah hidup tidak akan datang  lagi (Kalau gak percaya Tanya sama orang yang ada di dalam liang lahat, hehe^_^).

Dan jika kita menjawab, tidak! Berarti ia peduli dengan dirinya. Karena dengan masalah-masalah yang menemani hidupnya merupakan hal terbaik baginya, yang membantunya untuk menjadi manusia terbaik. Namun, semua itu tergantung diri kita, mau atau tidaknya menjadikan masalah sebagai teman kita. Karena urip iku pilihan (Live is choce)!

Esensi dari masalah padahal membentuk pribadi kita yang sebenarnya, betul gak?

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Arra’du:11). Allah SWT memberikan isyarat demekian kepada kita, karena hidup ini adalah untuk memperbaiki diri. Nah, dengan masalah itulah kita dapat mengetahui apa kelemahan dan kelebihan kita. Sehingga ketika kita tahu kelemahan kita maka kita pun akan mencari solusi untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kelebihan kita. 

Mau nulis apa lagi yah sahabat?

Hmmm….gini sahabat terbaiku…
Pada dasarnya, masalah yang terjadi dalam hidup kita adalah sahabat terbaik kita yang menuntun sekaligus membimbing kita untuk kearah hidup yang lenih baik. Tidak perlu risau setiap masalah yang muncul. Hadapi masalah itu dengan lapang dada dan katakana pada diri kita, “saya harus bisa mengatasinya.”

Itu saja sahabat yang dapat saya sampaikan. Jika ada kata-kata yang tidak berarti dan tidak berkenan di hati sahabat. Saya mohon maaaf sebesar-besarnya, kebenaran datangnya dari Allah dan kesalahan adalah khilaf manusia sendiri.
Tetap optimis menghadapi hidup yang pelik dengan maslalah ini.

Di Dalam Krangkeng

Ketenangan hati merupakan central yang dapat menenangkan semua organ dalam tubuh. Dengan ketenangan hati dapat menenangkan isi fikiran, perkataan, kepribadian dan masih banyak lagi. Hati, kunci pembuka yang ada dalam diri insan. Untuk menemukannya maka temuilah yang menciptakannya. Allahurobbul'alamiin.

Di dalam krangkeng, istilah yang menggambarkan keadaan hati yang terpenjara dalam buasnya kehidupan. Krangkeng yang berarti kandang macan atau penjara buat harimau. Halnya setiap insan yang hidup di dunia ini ada yang merasakan seperti terpenjara di dalam kandang macan. Tidak dipungkiri kehidupanya penuh tekanan, ketakutan dan terkurung. Sangat mungkin, sulit kalau tidak ada sedikit keberanian untuk keluar. Mungkin akan bilang, jangankan untuk keluar, sedikit saja bergerak nyawa melayang.

Setidaknya kalau ada harapan untuk keluar akan ada pertolongan yang datang menemui. Daripada harus bercokol pada pandangan yang mengartikan keterkurungan didalamnya sebagai kematiannya. Keberadaannya di dalamnya akan bertahan singkat jika benar-benar ada harapan untuk keluar.

"Dunia ini tidak selebar daun kelor yang sekarang ada dalam pandanganmu. Sedikit saja ada keberanian yang lebih baik dari sekarang untuk keluar darinya. Dunia akan terasa lebih indah dan menyenangkan. Takut melangkah gagal selamanya."

Bubuhilah hati yang suci ini dengan harapan mulia, keberanian juang dan kerendahatian. Tidak ada istilah di dalam krangkeng lagi jika mencoba berani menanamkannya. Itu semua ada pada cara pandang dan yang utamanya ada di dalam hati. Baiknya hati membaikan semua laku, tutur dan fikiran.

Selamat berjuang mengarungi hidup ini. Semoga Allah senantiasa mengiringi langkah bijakmu. Salam SUKSES!!!

Hadist

"Dunia adalah perhiasan.
Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita solehah.
Apabila seorang wanita senantiasa menjaga kehormatan, serta mena'ati suaminya. Maka ia berhak masuk Surga dari pintu mana saja yang ia kehendakinya.."
(H.R Abu Hurairoh)

"Mati Rasa"

Tatkala langit perlahan menghitam
Membutakan hati yg terbalut sepi
Ribuan kelip bintangpun tak mampu berikan cahaya
Angin datang sejukan luka
Bukan damai yg kudapat melainkan hampa
Dekapan erat sang malaikat membawa diri dalam hambar yg abadi.

Pesona memudar ketika Senja terkikis malam
Gelap serta menutupi kerinduan
Belaian iblis mengikat erat rasaku
Seolah nafas tah berhembus lagi.
Bagai fatamorganana ditengah gurun Sahara
Hambar hati dalam sepi menerpa luka berbias duka.

Kamis, 04 Oktober 2012

malaysia rena mp3

sejauh manakah ketabahan hati menempuhi dunia
walaupun kau jauh
kau tetap di hatiku, temanku
percayalah . . .

Begitu tulusnya perhatianmu padaku
hidupku berombak,
namun kau selalu ada kuatkan aku

oh mengapa dunia ini begini
ku cuma manusia biasa
yang ingin hidup seperti yang lain
mengapa harus begini
?

Sejak hari itu hatiku terluka
namun ku sembunyi
ku juga mengerti
walaupun terselindung
kau teman
aku pahami

oh Tuhan . .
Tunjukanlah jalanMu padaku
untuk bahagia selamanya
kuatkanlah diri menjalani semua ini

Kekejar tugas....

hidup adalah pilihan...

For example.
Mandi atau kepet, Baik atau jahat, diam atau bergerak, mengeluh atau berusaha, sekarang atau besok, ini atau itu, aku atau dia.

dari bangun tidur sampe mau tidur lagi, kita dituntut untuk memilih. Karenanya, sebelum memilih PIKIRKAN BAIK-BAIK.. tp jangan kelamaan nanti kesambet..

Dan . . . Aku memilih lembur malam ini.
Hehe

kata hati

tak ada hari tanpa mendengar tangismu,, air matamu membuatku terasa pilu,,
membiarkanmu dalam kepayahan,,rasanya akulah orang yang terjahat di dunia,,
untuk sekedar menenangkanmu saja aku tak mampu,,,
maafkan aku sayang ....

One Piece 567 Subtitle Indonesia

download

Naruto_Shippuuden_281 bahasa indonesia

download

naruto sipuden bahasa indonesia 280



Download

Sahabat.....

persahabatan diwarnai berbagai pengalaman.. Suka_duka, tangis_tawa, diperhatikan_dikecawakan, didengar_diabaikan, diterima_ditolak, namun semua itu tidak pernah sengaja dilakukan karena alasan kebencian...
Aku mencintai sahabatku karena Allah,, bukan karena kelebihan'y atau kebaikannya,, aku memilihnya apa adanya,,
tak selamanya persahabatan berjalan tenang, dan ketika persahabatan itu goyah,, saat itulah persahabatan kita diuji.
Sebesar apapun masalahnya. Aku akan berusaha mempertahankan persahabatan ini.. Karena aku menyayangi sahabatku karena Rabbku.